Data dan Fakta Pilkada Muara Enim

Rekapitulasi raihan suara pasangan calon Pilkada Muara Enim 2018/ Sumber: KPUD Muara Enim

Penghitungan perolehan suara Pilkada oleh KPU Muara Enim sudah selesai dan pasangan calon nomor urut 4,  A Yani-Juharsyah memperoleh suara terbanyak dan jika KPU menganggap tak ada masalah yang prinsip maka pasangan ini akan ditetapkan sebagai pemenang.

Namun tak ada salahnya kita membedah data rekapitulasi perolehan suara itu, dengan mana kita akan dapat memperoleh beberapa gambaran tentang seberapa besar tingkat partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS dan menyalurkan suaranya.

Atau sebaliknya, berapa yang memilih tidak datang dan tidak pula terpakai hak memilihnya. Dan dari data KPU ini,menarik juga untuk mengetahui, mengapa pasangan nomor urut 4 menang dan tiga pasangan lain jadi kalah. Mari kita mulai.

Pertama, dari jumlah mata pilih 407.054 yang terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) ternyata tingkat partisipasi masyarakat pemilih ME untuk datang ke TPS dan menggunakan hak memilihnya hanya sebesar 74,6 persen.

Artinya, jika mereka yang tak datang ke TPS digambarkan sebagai sikap Golput (meski belum tentu demikian adanya) maka jumlah Golput pada Pilkada Muara Enim 2018 ini mencapai 26,4 persen. Adapun surat suara yang rusak hanya 3,1 persen saja (12.692 surat suara)

Kedua, memperhatikan sumbangsih suara tertinggi yang didapat, bisa dipetakan sbb; bahwa ternyata Paslon 1 basis dukungannya di Kecamatan Lubai dan Sungai Rotan. Paslon 2 di Gelumbang dan Lebak, Paslon 3 di Semendo Darat Laut (SDL) dan Lubai Ulu, sedangkan Paslon 4 di Semendo Darat Tengah (SDT) dan Semendo Darat Ulu (SDU).

Ketiga, analisa data berikut menjawab pertanyaan mengapa pasangan Paslon 4 menang dan.mengapa pula tiga Paslon lain kalah, hasil yang menurut banyak kalangan di daerah ini, sungguh di luar dugaan karena Paslon ini nyaris tidak diperhitungkan akan menang.

Karena ternyata, terlepas dari kemenangannya yang kini sedang dipersoalkan tiga Paslon lain, pilihan Paslon 4 menetapkan wilayah Semendo sebagai lumbung suara yang mereka garap ternyata tepat. Pasangan dengan tagline Ayo Juara ini diuntungkan jumlah mata pilih yang sangat besar di tiga kecamatan tersebut terutama Kecamatan SDT dan SDU di mana mereka berhasil meraup suara sangat banyak yakni 63,93 persen (dari 8.244 pemilih) di SDT dan 65,56 persen (dari 11.962 pemilih) di SDU. Di dua kecamatan ini Golput mencapai 32,9 persen, bukan yang tertinggi.

Mari kita bandingkan dengan tiga Paslon lain. Dalam hal sumbangsih suara, Paslon 1 hanya mendapat sumbangan suara 29,38 persen dan 27,28 persen dari Lubai dan Sungai Rotan. Di sisi lain, Sungai Rotan merupakan kecamatan tertinggi kedua yang pemilihnya Golput, yakni 32,4 persen dari 23.080 mata pilih.

Paslon 2 yang berbasis Gelumbang dan Lembak, nyatanya di dua kecamatan tersebut pasangan yang menamakan diri Natha ini hanya meraih 46,58 persen suara di Gelumbang dan 35,93 persen di Lembak, dengan suara Golput 13.570, prosentase yang tidak terbilang tinggi tapi jumlah itu lumayan banyak mengingat dua wilayah ini semula diharapkan jadi penyumbang suara terbesar bagi pasangan Nurul Aman-Thamrin AZ yang semula diunggulkan menang.

Lalu Paslon 3, memperhatikan sebaran perolehan suaranya di 20 kecamatan, perolehan suara yang didapat tidak ada yang menonjol. Pasangan dari jalur perseorangan ini paling tinggi meraih suara 31,63 persen dan 29,76 persen di dua kecamatan basis dukungannya, yakni SDL dan Lubai Ulu. Namun satu hal, Lubai Ulu yang mereka harapkan menyumbang banyak suara, justru merupakan wilayah kecamatan tertinggi prosentase Golputnya, mencapai 47,3 persen. Artinya, hampir setengah jumlah pemilih di kecamatan ini tidak datang ke TPS, dan menggunakan hak memilihnya.

Bicara Golput, ternyata untuk Pilkada kali ini pemilih di wilayah Kecamatan Muara Belida yang prosentasenya paling rendah yakni hanya 19,31 persen. Kota Muara Enim dengan jumlah mata pilih tertinggi, 44.322 Golputnya 23,3 persen. Demikianlah bedah data rekapitulasi suara Pilkada Muara Enim 2018. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Pilkada, Pertaruhan Nasib Rakyat

Leave a Reply