Ratusan Prajurit Yonif Raider 142/KJ Digembleng Renang Militer

Latihan Renang Militer Yonif Raider 142/KJ. Kabarserasan.com/azi

Jambi, Kabarserasan.com — Untuk meningkatkan kemampuan militer pasukan Raider 142/Ksatria Jaya (KJ), Danyonif Raider 142/KJ Mayor Inf Ikhsanudin,S.Sos., M.M. melakukan pelatihan kepada ratusan anggotanya di salah satu kolam renang ternama di kawasan Kotabaru, Kota Jambi.

Sebagai anggota militer, latihan renangnya bukan seperti kebanyakan orang pada umumnya, tapi seperti pada anggota militer sebenarnya.

“Latihan kita bukan latihan renang pada umumnya, tapi latihan renang militer (renmil) sesungguhnya. Para prajurit harus menggunakan atribut TNI, baju PDL, helm TNI dan dilengkapi senjata di punggungnya,” terang Danyon di Mayon 142/KJ di kawasan Kasang, Jambi Timur, Kota Jambi, Senin (2/7/2018).

Menurutnya, mereka harus berlatih renang militer setiap hari, agar mampu menempuh jarak renang sepanjang 50 meter sesuai tuntutan tugas.

“Tujuan melaksanakan kegiatan renang militer ini, untuk menunjang kesiapan operasi prajurit Batalyon Raider di medan-medan yang menggunakan sarana air sehingga bisa bertahan hidup pada saat melewati rintangan yang berupa air,” tukas Ikhsanudin.

Saat ini, diakuinya, seluruh personel batalyon yang berjumlah 570 orang sedang mengikuti latihan renang militer yang sudah berjalan selama satu bulan ini.

“Peningkatan renang militer ini, diharapkan bisa berhasil dengan standar nilai lulus sesuai dengan program yang ditetapkan komando atas,” ungkap Danyon.

Dalam latihan ini, Danyon tidak mematok waktu tertentu, waktunya tidak terbatas karena kegiatan ini latihan dalam satuan. “Bagi yang dinilai kurang, latihannya terus kita bina sampai benar-benar bisa,” tandasnya.

Dia menambahkan, selain itu dengan peningkatan kemampuan masing-masing prajurit, juga untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Provinsi Jambi.

“Dengan kemampuan yang mereka miliki saat ini, prajurit Batalyon Infanteri Raider 142/Ksatria Jaya sehingga Batalyon sudah siap siaga jika diperintahkan dalam melaksanakan operasi. Pasalnya, mereka dituntut 24 jam, kapanpun dan dimanapun harus siap diperintahkan beroperasi,” tegas Ikhsanudin. (Azi)

 

 

Leave a Reply