Simulasi Pilkada, Polisi Latihan menghadapi Kerusuhan Massa

Simulasi pengamanan Pilkada oleh Polda Lampung/ Foto: ano

Bandarlampung, Kabarserasan.com—Aksi anarkis di ajang Pilkada 2018 tidak diingnkan siapa pun yang mengharapkan pesta demokrasi itu berjalan aman, lancar dan sukses. Tapi, polisi tetap mengantisipasi jika hal tak diinginkan itu terjadi. Latihan pengamanan Pilkada,  menghadapi situasi tersebut, dilakukan pihak kepolisian di Lampung yang Kamis (15/02/2018) siang melakukan simulasinya.

Dalam simulasi digambarkan, kerusuhan terjadi di sejumlah daerah yang melaksanakan Pilkada. Tim gabungan dari Polda Lampung dan Korem 043 Garuda Hitam, turun tangan melakukan pengamanan.

Disimulasikan, saat kerusuhan tersebut, petugas mengamankan sejumlah pelaku biang kerusuhan, salah satunya saat pencoblosan di mana sekelompok orang berusaha merebut kotak suara, saat akan didistribusikan dari TPS ke kantor kelurahan atau kantor desa.

Saat penangkapan pelaku biang kerusuhan berusaha kabur dan melakukan perlawanan, petugas terpaksa melumpuhkandengan dengan cara menembak kaki.

“Simulasi ini bertujuan untuk kesiapan petugas dari polisi, TNI dan Satpol PP dalam melakukan pengamanan pemilihan gubernur dan bupati 27 Juni 2018 mendatang. Saat ada sekelompok orang berusaha membuat kekacauan secara massif maka polisi akan melakukan penembakan air dari water canon Sahbara,” jelas Kapolda Lampung, Irjen Pol Suntana.

Pada pengamanan Pilkada Lampung, kata Suntana, pihaknya akan menurunukan seluruh kekuatan personel dan melibatkan unsur dri TNI dan Satpol PP serta dai Dinas Kesehatan Pemprov Lampung. Pengamanan Pilkada ini sudah dimulai sejak 15 februari 2018, saat Pilkada memasuki tahap kampanye calon. (ano)

 

Leave a Reply