Ratusan Warga Suku Anak Dalam di Jambi Ikrar Masuk Islam

Walikota Jambi Syarif Fasha saat menuntun ikrar dua kalimat syahadat warga SAD/ Foto: Azhari Sultan

Jambi , Kabarserasan.com—Suasana di Balai Adat Kota Jambi di kawasan perkantoran Kotabaru, Kota Jambi, Senin (20/01/2017) berlangsung penuh khikmad, ketika ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari kawasan Dusun Batang Kelapo, Sungai Rengas, Kabupaten Batanghari, Jambi, membacakan ikrar dua kalimat syahadat, dibimbing langsung Walikota Jambi, Syarif Fasha.

Ya, saat itu, Syarif Fasha didampingi ulama kondang asal Arab Saudi yang sudah lama menetap di Indonesia Syaikh Ali Jaber, menuntun ratusan warga SAD yang menyatakan diri masuk Islam dan akan mengikuti semua syariat sesuai tuntutan Nabi Muhammad SAW dan Alquran.

Hadir dan menyaksian peristiwa ini, sejumlah tokoh masyarakat. Tampak juga Ketua Umum DPP FPI KH. Ahmad Shobri Lubis, LC. Namun, warga SAD yang sebelumnya akan masuk Islam berjumlah 404 orang, karena alas an cuaca yang tidak bersahabat, jumlahya tak sampai sebanyak itu.

“Nanti kita akan coba koordinasi kembali bagaimana keseriusan mereka yang di bagian kawasannya pedalaman tersebut untuk dapat bisa pergi ke Kota Jambi untuk menganut agama Islam. Yang saat ini hanya hadir ada sebanyak 181 warga,” kata Fasha.
Baca Berita Terkait:
Walikota Jambi Akan Islamkan Ratusan Warga Suku Anak Dalam
aaaaa

Fasha menegaskan, warga SDA masuk Islam ini atas kehendak mereka sendiri, bukan karena desakan apalagi paksaan, atau karena iming-iming tertentu. Ini pun, lanjut Fasha, sudah atas sepengetahuan dan persetujuan lembaga adat dan pihak FPI.

Selain itu, menurut Fasha, semua biaya yang dikeluarkan untuk acara ini, tidak menggunakan dana APBD Pemerintah Kota Jambi tapi dari dana pribadi Fasha sendiri, dibantu beberapa pihak dari kantong rpibadi.

“Karena bagaimanapun berzakat kepada mereka yang mualaf itu diharuskan. Bahwa dana sumbangan dari para donator untuk kegiatan itu mencapai Rp350 juta. Dana tersebut digunakan untuk fasilitas penginapan, makan, pakaian, serta keperluan lain termasuk uang saku untuk dibawa pulang,” katanya.

Kepada warga SAD yang muallaf ini, Fasha berjanji akan menindaklanjuti keputusan mereka masuk Islam ini dengan membangunkan masjid di kawasan tempat tinggalnya, agar bisa menjalankan ibadah, dan mengutus dua ulama untuk membimbing mempelajari dan mendalami agama Islam.

“Saya di sini bukan hanya saja mendampingi, lalu membantu membacakan ikrar dua kalimat syahadat, tetapi nanti saya akan membangun masjid di tempat mereka, kemudian kami kirim dua ulama kesana untuk mereka mengajar agama Islam di sana,” katanya.

Ia menyebutkan, nantinya ia pun berjanji dua ulama yang mengajar agama Islam disana, nantinya akan diumrohkan oleh dirinya menggunakan dana pribadinya. Kemudian ia juga akan memilih lima pemuda pemudi dari suku anak dalam tersebut untuk dimasukan kedalam pesantren.

Syeikh Ali Jaber

Melihat banyaknya suku anak dalam masuk beragama islam, membuat Syaikh Ali Jaber terharu menyaksikannya. “Alhamdulillah saudara kita, mendapatkan hidayah dari Allah SWT dan bisa menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad SAW.

“Saya berharap, mereka ini terus mendapatkan bimbingan agama Islam, jangan sudah masuk Islam terus dilepas begitu saja,” ujar Ali.

Usai menggelar pembacaan dua kalimat syahadat, selanjutnya warga SAD melakukan mandi wajib, dan yang laki-laki langsung dikhitan.

Dalam kesempatan ini, nama mereka juga diganti dengan nama islami, Salah seorang dari mereka yang awalnya bernama Becayo, berganti menjadi Muhammad Nur. Begitu pula, seorang lainnya bernama Maris, kemudian berubah namanya menjadi Abdul Haris. Untuk warga SAD yang wanita, Seorang wanita dari mereka bernama Namat pun berganti menjadi Halimatus Sa’diah. (azi)

Leave a Reply