Pakai Baju Palu Arit, Tukang Ojek Ini Gagal Pesta Malam Tahun Baru

Tukang ojek yang ditangkap/ Foto: azi

Jambi, Kabarserasan.com—Seorang tukang ojek di Kota Jambi, diciduk polisi gara-gara mengenakan baju berlambang palu arit—lambang Partai Komunias Indonesia (PKI) saat hendak menikmati pesta kembang api pada malam pergantian tahun, Sabtu (31/12/2016).

Warga bernama Rudiyanto, warga Perum Bougenvil Lestari, Kenali Besar, Kota Jambi ini, ditangkap petugas gabungan dari Polsek Telanaipura dan Babinsa Koramil Telanaipura, sekitar pukul 23.00 Sabtu malam saat melintas di kawasan Broni, Telanaipura.

Warga bernama Rudiyanto, warga Perum Bogenfil Lestari, Kenali Besar, Kota Jambi ini, ditangkap petugas gabungan dari Polsek Telanaipura dan Babinsa Koramil Telanaipura, sekitar pukul 23.00 Sabtu malam saat melintas di kawasan Broni, Telanaipura.
Baca Juga:
Usai Rayakan Malam Tahun Baru Dua Pemuda Tabrakan
Rencana Pesta Malam Tahun Baru Berujung di Penjara

Berawal dari informasi masyarakat, petugas menangkap Rudiyanto tanpa ada perlawanan. Kepada petugas, Rudiyanto mengaku, mendapatkan baju ini dari istrinya. “Isteri saya yang beli dari ibu Ginting, tetangga sebelah rumahnya yang menjual baju bekas, sekitar dua minggu lalu,” kata Rudi.

Kapolsek Telanaipura, Kompol Bastari mengatakan, hingga Minggu siang Rudi masih diperiksa. “Pelaku masih diambil keterangannya. Apakah iseng saja, atau ada keterlibatan dengan organisasi terlarang dan radikal lainnya,” ujar Bastari menjelaskan soal penangkapan ini.

Wakapolresta Jambi AKBP Sri Wisnugroho dan Dandim 0415/ Batanghari Letkol Inf Denny Noviandi yang mengetahui adanya penangkapan tersebut langsung meluncur ke Polsek Telanaipura. Menurut Denny, pelaku adalah orang sipil.

Akibat perbuatannya, Rudiyanto bukan saja tidak bisa menikmati pesta kembang api pada malam pergantian tahun baru, tapi dia juga harus berhadapan proses hukum karena baju yang dipakainya. Padahal, sebagai tukang ojek, ia adalah tulang punggung perekonomian keluarganya. (azi)

Leave a Reply