Ridwan Sitorus Pelaku Perampokan di Pulomas Tertangkap

Ridwan Sitorus, Tersangka pelaku perampokan di Pulomas Jaktim

Jakarta, Kabarserasan.com—Ridwan Sitorus alias Marihot Sitorus alias Ius Pane, tersangka keempat kasus perampokan di Pulomas, Jakarta Timur 26 Desember 2016 lalu, akhirnya berhasil ditangkap di Medan, Sumatera Utara.

Ia tertangkap Minggu (01/01/2017) pagi, sekitar pukul 07.45. WIB, saat baru saja turun di pool bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jl Sisingamangaraja, Kota Medan. Tidak ada perlawanan, saat petugas langsung menyergap dan meringkusnya.

Tak lama setelah tertangkap, polisi langsung membawanya ke Jakarta, dengan penerbangan dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 14.05 WIB dengan kawalan ketat polisi.

Saat Ius Pane dan polisi yang menangkapnya tiba, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo Yuwono dan Kapolres Jaktim Kombes Agung Boediono sudah berada di Bandara Halim Perdana Kusuma.

Pius ditangkap tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur dan Polres Depok yang dipimpin oleh AKBP Sapta Maulana dan AKBP Hendy F Kurniawan. Dari bandara, tersangka yang membawa banyak hasil rampokannya ini langsung dibawa ke Polresta Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan.

Ius Pane, sebagaimana telah dipublikasikan Polda Metro Jaya sebelumnya, adalah pelaku perampokan di rumah keluarga Dodi Triono. Tiga pelaku lainnya, yakni Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, dan Alfins Bernius. Ketiganya berhasil dibekuk sehari setelah perampokan.

Dari keempat pelaku ini, satu orang tewas ditembak polisi, yakni Ramlan Butarbutar, karena mencoba melawan saat akan ditangkap. Menurut polisi, Ramlan yang merupakan seorang residivis dalam beberapa kasus lain, adalah otak perampokan dan berperan sebagai kapten dalam komplotan ini.

Seperti ramai diberitakan, korban Dodi, bersama 10 orang orang lain—termasuk tiga anaknya, Senin (26/12) sore lalu disekap di kamar mandi seluas 1×2 M tanpa ventilasi udara hingga akhirnya diketahui dan didobrak pintu kamar mandi itu pada Selasa (27/12) pagi.

Dari 11 orang yang disekap, enam orang akhirnya tewas, yakni Dodi Triono, dua anaknya (Diona Arika Andra Putri dan Dianita Gemma Dzalfayla), Amalia Calista alias Amel (teman anak korban) serta dua orang sopir keluarga itu, yakni Sugiyantodan Tasrok.

Sedangkan lima korban luka dan berhasil diselamatkan, yakni Zanett Kalila Azaria (anak Dodi), Emi dan Santi (pembantu rumah tangga) serta dua baby sitter atas nama Fitriani dan Windy.  Dari foto-foto yang beredar, ada darah di tubuh sejumlah korban tewas. Diduga mereka dianiaya sebelum ditumpuk di dalam kamar mandi.

Berdasarkan bukti dan petunjuk di lapangan, polisi berkesimpulan,bahwa peristiwa penyekapan 11 orang yang berujung kematian di Pulomas, Jakarta Timur itu, merupakan aksi perampokan. (Jun)

Leave a Reply