Warga SAD Sebut Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto ‘Rajo Tentro’

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto bersama Mantan Tumenggung SAD H. Zaenal. Kabarserasan.com/azi

Sarolangun, Kabarserasan.com — Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto, S.Sos, dalam kunjungan kerjanya di wilayah Korem 042/Gapu (Garuda Putih, Jambi, kembali mendatangi warga suku anak dalam (SAD) di Desa Lubukjering, Kecamatan Air Hitam, di Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Kamis (26/4/2018).

Kedatangan Pangdam beserta rombongan, untuk melihat secara langsung pembangunan Kawasan Terpadu SAD diatas lahan seluas 10 hektar.

Menurutnya, tujuan ini adalah semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan warga SAD sekaligus menyetarakan kehidupannya sehingga dapat sejajar dengan masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Saya juga menginginkan agar warga SAD bisa secara bertahap meninggalkan budaya nomaden, bisa mendapatkan kesamaan hak dalam pelayanan kesehatan yang layak, memiliki agama sesuai keyakinannya, memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhannya melalui usaha peternakan, pertanian dan perkebunan serta bisa hidup secara rukun dan damai,” tuturnya.

Sesuai dengan site plan, nantinya dalam kawasan tersebut akan tersedia beberapa infrastruktur antara lain lapangan sepakbola, balai serba guna sebagai tempat untuk berkumpul dan bersosialisasi antar warga.

Selanjutnya, akan dibangun balai pengobatan dan informasi sebagai pusat layanan kesehatan serta informasi, tempat ibadah untuk mengenalkan agama kepada warga SAD, perumahan dengan desain rumah panggung yang dinilai lebih sesuai dengan keinginan warga SAD dan MCK komunal.

Selain itu juga di areal tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan demplot-demplot sebagai media untuk mengenalkan teknik pertanian, peternakan hingga perkebunan kepada warga SAD yang selama ini dikenal memenuhi kehidupannya dengan berburu atau bersandar pada hasil hutan (nomaden).

“Inspirasi ini bisa terwujud atas bantuan dukungan dana dari Kasad, Pemkab Sarolangon dan beberapa rekan-rekan Pangdam II/Sriwijaya yang selama ini senantiasa aktif mendukung kegiatan Kodam II/Sriwijaya,” urai Putranto.

Yang tidak kalah menariknya, dalam momen ini Pangdam II/Sriwijaya memberikan kesempatan kepada beberapa warga SAD untuk menyampaikan testimoni dihadapan para undangan. Prada Budi, salah satu remaja dari SAD yang saat ini telah berdinas sebagai prajurit TNI AD bersama orang tuanya, mengucapkan terima kasih kepada Pangdam II/Sriwijaya beserta prajurit yang dipimpinnya yang telah memberikan bimbingan dengan penuh ketekunan sehingga berhasil lulus menjadi prajurit TNI AD.

Prada Budi, yang kini aktif berdinas di Yonif 142/Ksatria Jaya juga mengajak kepada para remaja setempat untuk mengikuti jejaknya, berani keluar dari lingkungan terisolir dan mengabdikan kepada bangsa dan negara melalui jalur kemiliteran.

Sementara itu H. Zaenal, yang sempat bersujud sebagai bentuk ungkapan terimakasih dan rasa syukur atas kepedulian Pangdam II/Sriwijaya karena telah mengangkat derajat warga SAD, sambil menangis memeluk Pangdam II/Sriwijaya menjelaskan bahwa sebelumnya warga SAD pernah disiapkan perumahan, namun karena kondisinya tidak sesuai dengan keinginan warga sehingga silih berganti ditinggalkan.

Mantan Tumenggung SAD yang kini memeluk agama Islam ini yakin bahwa konsep perumahan kali ini telah sesuai dengan keinginan warga SAD (desain rumah panggung), selain itu ia juga berharap agar semakin banyak warga SAD yang bisa menjadi anggota TNI.

Sementara itu, Bupati Sarolangun Cek Endra dalam sambutannya sangat berterima kasih atas kepedulian TNI khususnya Kodam II/Sriwijaya terhadap kondisi kehidupan warga SAD dan upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini dalam meningkatkan kesejahteraan Warga SAD.

“Pemkab Sarolangun siap untuk mendukung program Karya Bhakti yang diprakarsai oleh Kodam II/Sriwijaya di wilayah tersebut,” tegas Bupati.

Pada acara tatap muka tersebut, atas ketulusannya dalam memberikan perhatian kepada Warga SAD selama ini, Pangdam II/Sriwijaya yang disebut oleh warga setempat sebagai “Rajo Tentro” menerima hadiah berupa kalung adat dari warga SAD.

Pada puncak acara dilakukan peletakan batu pertama Balai Serbaguna dan Musholla (tempat ibadah) sebagai awal dimulainya proses pembangunan kawasan Terpadu SAD sinergitas Kodam II/Sriwijaya dengan Pemkab Sarolangun oleh Pangdam II/Sriwijaya didampingi Bupati Sarolangun.

Mengakhiri lawatannya, Pangdam II/Sriwijaya juga meresmikan fasilitas MCK yang dibangun oleh prajurit Korem 042/Gapu, yang telah dituntaskan pembangunannya dan peninjuan terhadap lokasi pembangunan Kawasan Terpadu SAD. (Azi)
Baca Juga: Pangdam II/Sriwijaya Berharap Ada SAD Bisa Jadi Babinsa

Leave a Reply