Dengar Istri Selingkuh, Seorang Tahanan Lapas Jambi Nekat Kabur

Kasi Pidum Kejari Jambi, Lusi Fitriyani. Kabarserasan.com

Jambi, Kabarserasan — Seorang terdakwa kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A, Kota Jambi, nyaris kabur dari kawalan petugas, Kamis (26/4/2018).

Diduga kaburnya Nopri Yusri (28), lantaran mendengar bila istrinya selingkuh dibelakangnya. “Istri saya selingkuh. Saya tahu dari adik saya,” ungkapnya.

Informasi yang dirangkum dari lokasi kejadian, bermula salah satu tahanan Lapas berbaju oranye bertuliskan ‘Tahanan’ berbadan kurus hendak menaiki mobil tahanan dari kejaksaan. Rencananya, rombongan tahanan tersebut akan menuju Pengadilan Negeri Jambi untuk melakukan persidangan.

Ketika hendak menaiki mobil tahanan, serta kelengahan petugas, tahanan tersebut langsung berlari dari petugas menuju ke arah Jalan Pattimura.

Tak pelak, akibat ulah nekat Nopri, petugas kepolisian dan kejaksaan yang bertugas mengawal kaget. Dengan sedikit kewalahan, petugas berusaha mengejar Nopri yang berlari begitu kencang.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi beberapa ratus meter dari lokasi Lapas sehingga menjadi tontonan warga. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang disepanjang jalan tersebut. Beruntung warga yang mengetahui itu turut membantu petugas dan berhasil menangkap pria tersebut.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi, Lusi Fitriyani mengatakan terdakwa mencoba kabur dari depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jambi, saat hendak dibawa ke Pengadilan Negeri untuk menjalani sidang kasus narkoba yang dilakukannya.

“Pelaku berhasil diamankan kembali oleh tim petugas karena tadi mencoba melarikan diri,” katanya.

Dari pengakuan terdakwa, pelarian ini sudah direncanakan jauh hari. Pasalnya, saat hendak melarikan diri dia sudah ditunggu oleh adik kandungnnya diatas motor.

“Untuk itu, adiknya juga sudah kita amankan. Sekarang berada di Polsek Telanaipura untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutur Lusi.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap adiknya, petugas berhasil mengamankan sebuah tas yang berisi baju dan sebuah handphone.

“Setelah dicek ponselnya terungkap pelaku sudah merencanakan semua didalam HP-nya ada isi percakapan. Dia minta dijemput saat akan dibawa ke Lapas,” pungkasnya. (Azi)

 

Leave a Reply