Jalan Putus, Delapan Desa di Kabupaten Muarojambi Lumpuh

Salah satu kondisi jalan yang rusak parah. Kabarserasan.com/azi

Muarojambi, Kabarserasan.com — Masyarakat di delapan desa dari 10 desa dalam Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muarojambi, Jambi saat ini lagi merana.

Betapa tidak, jalan penghubung yang menjadi urat nadi di Bahar Selatan kian rusak parah. Bahkan, tidak bisa lagi dipergunakan. Tidak hanya berlumpur, becek saja, tapi kedalaman lumpur bisa mencapai 5 meter.

Menurut Yana Hendrayana, warga setempat, kesembilan desa tersebut, yakni Desa Bukitjaya, Adipura Kencana, Tanjunglebar, Tanjungsari, Bukitsubur, Tanjungmulia, Ujungtanjung, dan Desa Tanjungmandiri.

Diakuinya, masyarakat di sembilan desa tersebut menggantungkan hidupnya bekerja sebagai petani kelapa sawit. Akibat infrastruktur yang rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki, perekonomian warga harus merugi.

Pasalnya, buah kelapa sawit yang mereka panen selama ini sudah mulai membusuk. Medan jalan yang semakin rusak parah inilah yang membuat masyarakat kesulitan untuk segera menjual hasil panennya.

“Kami rakyat kecil, berkerja sebagai petani. Dengan kondisi jalan yang hancur seperti ini dan tidak diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten Muarojambi, kendaraan tidak bisa lewat dan kami tidak bisa menjual hasil panen,” keluh salah satu warga yang tinggal di Kecamatan Bahar Selatan ini, Sabtu (28/4/2018).

Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, tegas Yana, jika pemerintah tidak segera bertindak memperbaikinya, dipastikan perekonomian warga di 9 desa tersebut akan lumpuh total.

“Ini sudah kesekian kalinya kami gagal menjual hasil panen buah kelapa sawit. Akibatnya buah busuk karena tak bisa dibawa keluar,” tuturnya.

Bahkan, sambungnya, sudah banyak petani yang stop memanen. “Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang hancur ini sesegera mungkin,” tambahnya.

Masyarakat mengancam, jika pemerintah tidak bergerak memperbaiki, maka masyarakat akan beraksi. “Kami rakyat kecil akan bergerak demo membawa buah sawit yang busuk ke kantor bupati,” timpal Yana dengan nada berang.

 

Leave a Reply