Wartawan Bukan Untuk Ditakuti

Suasana seminar yang diselenggarkan PWI Muba, Kabarserasan.com/Her

Musi Banyuasin, Kabarserasan. com — Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke- 72, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Musi Banyuasin (Muba) gelar seminar sehari yang bertema “Peran Pers di Desa, Pers Sehat, Kades Berkualitas” yang berlangsung di Gedung Dharma Wanita Sekayu. Kamis (15/03/2018).

Ketua Bidang Daerah PWI Pusat,Atal S Depari dalam sambutanya mengatakan, tugas wartawan yang profesional yaitu mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyebarluaskan Informasi.

“Wartawan juga harus memiliki sifat Jujur, akurat, obyektif dan berpihak pada kepentingan publik,” kata Atal di depan para Insan Pers, Kamis(15/03/2018).

Lanjutnya, dalam UU Pers no. 20 Tahun 1999 menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia serta menghormasi kebinekaan serta melakukan pengawasan, kritik, koreksi terhadap hala-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum, memperjuangkan keadilan dan kebenaran, “paparnya.

“UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers dengan Pasal 7 ayat 2 menjelaskan bahwa wartawan memiliki dan mentaati Kode Etik Jurnalistik karena wartwan Indonesia harus bersikap Independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beretikad buruk, “jelasnya.

Plt. Bupati Muba Beni Hernedi yang diwakili oleh Asisten I H. Rusli,SP MM, dalam sambutannya menyampaikan, sebagai masyarakat sekaligus pemerintah tidak perlu takut dengan wartawan.

“Pers bukan untuk ditakuti atau dihindari tetapi jika ada pers yang ingin konfirmasi, sampaikan informasi yang baik dan benar karena hadirnya pers juga memberikan akselerasi pembangunan di desa,”kata Rusli, Kamis (15/03/2018).

Menurut Rusli, wartawan itu adalah mitra kerja, artinya tidak usah ditakut, “Jika ada wartawan mendatangi kantor pemerintah desa, jangan selalu menghindar. Karena pers berguna untuk membesarkan kita kedepan dengan informasi akan meningkatkan mutu desa yang berkualitas,”ujarnya.

Sementara Itu, Ketua PWI Sumsel Oktaf Riadi, SH mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muba yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. atas partisipasinya telah mengikuti acara ini, acara ini digelar guna memberikan pemahaman dan wawasan kepada para kades untuk menunjang mutu kades berkualitas dalam mengenal peran pers didesa”,jelasnya.

Sebagai informasi publik yang memiliki peranan penting dalam mensosialisasikan setiap kegiatan yang dilakukan instansi pemerintah maupun swasta. Pemerintah dan pers merupakan bagian dari sinergitas membangun solidaritas untuk kemajuan daerah.

“Untuk itu, kedepannya diharapkan saling berkomunikasi dan berbagi informasi antara pers dan pemerintah desa terus di tingkatkan. Kami selalu berbuat positif untuk selalu bersinergi dengan berbagai pihak,”pungkasnya.

Sementara itu, Kades Desa Tanjung Raya Kecamatan Sanga Desa,Sulaiman Hamid, mengaku kecewa atas ketidak hadiran para rekan-rekannya sesama kades,yang tidak hadir. Padahal seminar sinergitas ini sangat berguna untuk para Kades,”kata Sulaiman dengan Nada Tinggi, Kamis (15/03/2018) Siang.

“Acara imi untuk saling bertukar pendapat guna membangun desa didalam Kabupaten Muba. Namun ternyata hanya sedikit para Kepala Desa (Kades) yang hadir. Padahal yang diundang 226 kades Se-kabupaten Muba, yang hadir cuma puluhan orang saja.

“Padahal hal ini cukup penting menurut saya. Karena dengan pers, desa juga bisa ikut memberikan informasi ke luar desa. Demikian sebaliknya. Bila ada kekurangan dan keluhan dari desa juga bisa kita minta Ekspos untuk perbaikan desa itu sendiri. Ada Prestasi juga kita minta dimuat dalam berita,”tegasnya. (Her)

Leave a Reply