Makanan di Pasar Bedug Jambi, Aman Dikonsumsi

Walikota Jambi Syarif Fasha membuka Pasar Bedug Ramadhan. Foto: Kabarserasan.com/Azahri

Jambi, Kabarserasan.com — Seperti tahun-tahun sebelumnya Walikota Jambi Syarif Fasha membuka secara resmi Pasar Bedug Ramadhan.

Kali ini Dia membuka pasar makanan dan minuman berbuka puasa di Jalan Mr As’ad, Pasar Kota Jambi, Sabtu sore (27/5/2017).

Pemerintah Kota Jambi sudah menyiapkan ratusan lapak pedagang untuk menu berbuka puasa umat muslim.

Pasar Bedug tersebut tidak hanya satu lokasi, tapi ada beberapa titik. Biasanya di lokasi yang strategis dan banyak dikunjungi warga.

“Pasar Bedug dibuka mulai pukul 15.00 WIB sore hingga menjelang waktu berbuka puasa. Umumnya pasar diisi pedagang makanan dan minuman, dan menu khas Kota Jambi lainnya,” ujar Walikota Jambi Syarif Fasha saat membuka Pasar Bedug

Tujuan diadakannya pasar bedug ini adalah untuk mendekatkan dan memudahkan masyarakat dalam mencari solusi membeli makanan dan minuman untuk keperluan berbuka puasa.

“Kami tidak targetkan PAD yang tinggi dari pasar bedug ini, yang jelas kami ingin memudahkan masyarakat dalam mencari menu untuk berbuka puasa,” katanya.

Meski demikian, Fasha juga meminta maaf dan pengertiannya kepada warga pengguna jalan jika terjadi kemacetan akibat kegiatan ini. “Kegiatan ini hanya satu bulan dalam satu tahunnya. Jadi mohon maaf dan pengertiannya,” ujarnya penuh harap.

Menurutnya, dengan dibukanya Pasar Bedug ini tidak akan mengurangi rezeki yang di dapat. “Rezeki itu sudah diatur Allah. Bukan pasar bedug yang mengatur. Jadi pemilik ruko tidak perlu terganggu.”

“Kalau ada yang bilang, semenjak dibuka Pasar Bedug, omset akan menurun. Itu penilaian yang salah,” tegas Fasha.
Selain itu, Fasha juga mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tentang kualitas dan bahan yang digunakan dalam membuat menu berbuka puasa yang di jual di pasar bedug.

Sebab, semua makanan dan minuman yang dijual di Pasar Bedug akan di tes oleh BPOM guna mengetahui keamanan dan kesehatan agar terjamin.
“BPOM akan mengecek ke pasar-pasar bedug, jadi masyarakat gak perlu khawatir,” tuturnya.

Dia berharap agar pasar-pasar bedug yang belum terdata oleh pemerintah agar di data ulang. Hal itu guna memudahkan pemantauan di pasar-pasar bedug tersebut.

“Ini tugas camat dan bidang pasar, semua pasar bedug harus didata. Supaya kita bisa pantau apa yang di jualnya, bagaimana lalu lintasnya, dan lain sebagainya,” imbuh Fasha.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi Komari menyebutkan, bahwa Pasar Bedug yang berada di Mr As’ad ini terdapat sebanyak 223 lapak.

Ada sebanyak 136 lapak yang sudah diisi oleh pedagang, sisanya sebanyak 87 lapak diprioritaskan bagi pedagang di Malioboro. Sementara untuk di kawasan Leimena ada sebanyak 463 kapling sudah terisi, yaitu diperuntukkan untuk para pedagang pakaian dan klontongan.

Komari melanjutkan, bahwa selain yang dikelola pemerintah, ada juga yang dikelola oleh masyarakat diantaranya adalah di Muhajirin, Pasar Bedug Payo Lebar, Pasar Bedug STIE Muhammadiyah, Pasar Bedug Rawasari, Pasar Bedug Villa Kenali, Pasar Bedug depan Persijam, Pasar Bedug Sukorejo, Pasar Bedug SMPN 6, dan Pasar Bedug Simpang Candra.

“Sudah diperiksa BPOM, sebanyak 16 sampel dan dinyatakan negatif, artinya aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tukasnya.

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply