Peran Masyarakat Sangat Penting dan Diperlukan

Wakil Bupati Muara Enim Nurul Aman saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan, peran serta masyarakat ini bisa dilakukan dalam berbagai bentuk dan cara. Misalnya dengan memberikan masukan, kritik dan saran terkait program pembangunan yang akan dilakukan, atau menjaga hasil pembangunan yang telah dilakukan.

“Dengan Visi Misi SMAS (Sehat, Mandiri, Agamis dan Sejahtera) ituakan kita terjemahkan dalam bentuk program-program konkret dan bermanfaat bagi masyarakat. Tidak mesti program bersifat fisik tapi juga non fisik. Karena itu saya dan bupati rajin turun ke bawah, bertemu masyarakat dan mendengar masukan dari mereka. Soal bagaimana hasil pembangunan itu, kami serahkan sepenuhnya masyaraka t menilainya,” ujar Nurul Aman.

Di bidang infrastruktur, jalan misalnya, Nurul menjelaskan, jika sebelumnya pembangunan lebih dititik beratkan pada peningkatan kualitas, sekarang sudah diberiporsi juga pada pelebarannya. Dibeberapa kota kecamatan, pelebaran sudah dilakukan, dari selama ini empat meter menjadi enam meter. Pemkab Muara Enim juga sedang memperhitungkan membangun sebuah masjid berskala besar, sebagai pusat ibadah umat Islam. Kapan rumah ibadah ini dibangun, bergantung kesiapan biaya untuk itu.

“Itu semua kami lakukan untuk masyarakat, karena kami sangat sadar bahwa kami ini hakekatnya pelayan masyarakat. Kami terbuka jika ada komponen masyarakat yang memberi masukan tentang apa yang baiknya dilakukan, tapi tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran. Tentu tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa memperhitungkan kemampuan yang kita miliki,” tambah Nurul.

Pada proses pembangunan yang dijalankan itu, lanjut Nurul, ada evaluasi berkala pada setiap sektor. Evaluasi dimaksudkan untuk melihat apakah pembangunan sudah sesuai harapan, sesuai ketentuan dan sesuai harapan. Sebagai pimpinan, bersama Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, ia akan terus mengawasi kerja pegawainya. Mereka yang bekerja baik akan diberikan penghargaan, sebaliknya yang tidak bekerja baik akan diberikan teguran sampai penindakan.

“Sudah banyak pegawai yang kita beritindakan tegas. Dari pegawai lapis bawah sampai level pejabat. Tak sedikit pula, mereka yang kita angap berprestasi diberikan penghargaan, misalnya dengan mempromosikan dia keposisi yang lebih tinggi. Tentu semua berdasarkan penilaian yang transparan dan terukur, sehingga yang bersangkutan memahami, mengapa mereka mendapatkan keputusan itu,” tegas mantan Ketua Badan Legislasi DPRD Muara Enim ini.

Ke depan, Pemkab Muara Enim akan memberi perhatian lebih pada sektor pertanian, karena sektor ini sangat penting dan terkait langsung dengan hajat hidup masyarakat. Sektor ini juga sebelumnya kurang maksimal. Banyak lahan petani tidak digarap, kalaupun masih digarap, pertanian masih bergantung cuaca—bersifat tadah hujan. Salah satu opsi yang sedang difikirkan pemerintah adalah dengan mengupayakan pembangunan irigasi, agar kendala air yang selama ini banyak dikeluhkan petani menjadi terpecahkan.

“Kita baru mengganti Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang baru, dan kita minta yang bersangkutan melakukan evaluasi menyeluruh terkait daerah-daerah yang selama ini menjadi sentra pertanian. Kita akan maksimalkan potensi daerah-daerah seperti Semendo, Sungai Rotan, karena dulu Muara Enim pernah swasembada beras dan daerah-daerah itulah penopang utamanya,” tandas Nurul lagi.

Karena itulah—Nurul kembali menegaskan, pentingnya peran serta masyarakat, untuk bersama pemerintah daerah ini bergerak memajukan Kabupaten Muara Enim. Pembangunan, menurutnya, tidak hanya tugas pemerintah tapi juga seluruh komponen masyarakat. Saat pemerintah akan membangun irigasi, misalnya, dukungan pemilik lahan yang akan dilalui, sangat diperlukan. Karena irigasi itu untuk kepentingan mereka juga. Begitupun pada pembangunan lain. Nurul yakin, dengan meningkatnya kebersamaan, daerah ini akan lebih cepat pula mencapai kemajuan. (Amr)  

 

 

 

Leave a Reply