Terkait Studi Banding ke Jogya, Ini Penjelasan Ketua PWI Muara Enim

PWI Muara Enim saat menerima Piagam Deklarasi dari PWI Provinsi DI Yogyakarta. Kabarserasan.com/ans

Muara Enim, Kabarserasan.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muara Enim membantah memanfaatkan dana hibah untuk pelesiran seperti dirilis di media online (police watch).

“Pemberitaan ini jelas tidak profesional, karena kami (PWI Muara Enim), sama sekali tidak dikonfirmasi sehingga pemberitaannya berat sebelah dan cenderung ke opini,” tegas Ketua PWI MuaraEnim Andi Chandra didampingi pengurus PWI Muara Enim lainnya di Sekretariat PWI Muara Enim, Senin (16/7/2018).

Andi menuturkan, dalam pemberitaan tersebut menyebutkan jika salah satu organisasi kewartawanan yang mendapatkan dana Hibah digunakan untuk pelesiran.

Padahal dana hibah tersebut benar-benar digunakan untuk kegiatan study banding ke Yogyakarta yang merupakan kegiatan program kerja PWI Muara Enim teragenda bukan asal-asalan.

“Di Jogjakarta, kami melakukan kunjungan ke kantor PWI DI Yogjakarta dan diterima langsung oleh Ketua PWI DI Yogyakarta Sihono dan jajaran Kepengurusanya serta Pegawai Infokom Pemprov DI Yogyakarta,” ungkapnya.

Lanjut Andi, pertemuan tersebut bersifat diskusi dan tanyajawab mulai dari masalah organisasi PWI sendiri hingga sumbangsih PWI terhadap pembangunan di DI Yogjakarta.

“Banyak hal yang kami dapatkan diantaranya adalah bagaimana PWI DIY bisa eksis dan mendapatkan Kantor Sekretariat sendiri dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi DIY. Kemudian bagaimana PWI DIY dapat menghidupkan organisasi seperti membuka Koperasi Simpan Pinjam dengan tujuan untuk kesejahteraan Anggota PWI, sewa-menyewa dan bisnis lainnya,” paparnya.

Selain itu, tambah Andi anggota PWI Muaraenim juga mendapat edukasi dari Ketua PWI DIY terkait masalah bagaimana cara pembuatan berita yang baik dan benar bukan berita bohong atau hoax.

“Kunjungan kami diapresiasi sangat baik oleh PWI Yogyakarta, buktinya PWI Muara Enim mendapatkan Piagam Deklarasi Yogyakarta hasil konferensi yang dihadiri 23 perwakilan PWI tingkat provinsi se Indonesia serta di tanda tangani oleh Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubowono X. PWI Muaraenim adalah PWI pertama se Indonesia yang mendapatkannya,” tandas Andi.

Selain itu juga, lanjut Andi, PWI Muara Enim berkesempatan mengunjungi beberapa tempat-tempat wisata yang di Yogyakarat seperti candi Borobudur, Candi Prambanan dan kawasan wisata Daerah Kabupaten Gunung Kidul.

Tentu saja kunjungan tersebut bukan hanya kunjunga biasa. ” Banyak sekali hal yang di dapat di antaranya bagaimana wartawan Muara Enim dapat memberikan edukasi pengelolaan area wisata dengan melalui karya tulisnya serta dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah tentang bagaimana cara pengelolaan area wisata di Kabupaten Muara Enim,”paparnya.

Sebagai contoh Kabupaten Gunung Kidul dahulu daerah yang tertinggal dan miskin karena sebagian besar daerah bukit kapur dan susah air sehingga masyarakatnya sulit bercocok tanam. Namun dengan perubahan pola pikir di masyarakat menjadi daerah wisata dengan membuka pantai-pantai, goa-goa, kebun bunga, kuliner dan sebagainya menjadi wisata sehingga menjadikan masyarakat Kabupaten Gunung Kidul lebih maju.

“Tentu hal ini tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan, namun perlu kerjasama semua pihak untuk mewujudkannya. Apalagi Tanjung Enim sudah digaungkan untuk menjadi kota wisata,” tukas Andi.

Kegiatan Study banding tersebut di ikuti oleh 30 anggota PWI Muara Enim dengan menggunakan dana hibah APBD Muara Enim 2018 dengan didampingi oleh satu orang dari Humas Protokol Muara Enim dengan anggaran Humas sendiri.

“Mengenai masalah pertanggungjawaban kita jelas dan akan tertib administrasi,” tutup Andi. (ans)

Leave a Reply