Puskesmas Muara Bentuk Kader Jemari di Sekolah-sekolah

Kader Jemari SMP N5 Muara Enim. Kabarserasan.com/ans

Muara Enim, Kabarserasan.com — UPTD Puskesmas Muara Enim menargetkan seluruh sekolah di kecamatan Muara Enim menjadi sekolah bebas jentik nyamuk.

Kepala Puskesmas Muara Enim Hj Siti Maisaroh mengatakan, upaya yang dilakukan antara lain mebentuk Kader Jentik Remaja Mandiri (Jemari).

Maisaroh menjelaskan, Kader Jemari ini merupakan pengembangan inovasi yang dibuat pihaknya untuk menekan atau menurunkan angka penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) khususnya di kecamatan Muara Enim.

“Kader Jemari ini merupakan siswa yang peduli dengan penyakit demam berdarah,” kata
Maisarohdi sela-sela kegiatan pembentukan kader Jemari di SMPN 5 Muara Enim, Jumat (11/5/2018).

Lanjutnya, Kader Jemari ini bertugas melakukan pemantauan jentik baik di sekolah maupun di rumah. Selain itu, mereka juga melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala setiap minggunya.

“Setiap kelas itu kita ambil dua orang untuk dijadikan kader. Nanti laporan kegiatan mereka
disampaikan ke wali kelas masing-masing. Dari wali kelas, laporan itu akan direkapitulasi
oleh guru pendamping kemudian laporannya dikirim ke Puskesmas yang diketahui oleh
kepala sekolah terlebih dahulu,” terangnya.

Kedepan, lanjut Maisaroh, pihaknya berharap seluruh sekolah di kecamatan Muara Enim
nantinya dapat menjadi sekolah bebas jentik.

“Sasarannya seluruh sekolah di kecamatan Muara Enim baik SD, SMP maupun SMA serta
Perguruan Tinggi. Saat ini baru SMPN 5 Muara Enim ini saja yang sudah sampai MoU dan
komitmen internal yang lain baru tahap sosialisasi dan komitmen kepala sekolahnya saja.
Diantaranya SMPN 1 Muara Enim, SMPN 2 Muara Enim dan AKBID Muara Enim,” terangnya.

Ia juga mengatakan melalui program ini diharapkan tidak sekolah saja yang menjadi
sekolah bebas jentik, namun juga rumah siswapun kena imbas menjadi rumah bebas jentik.

“Harapannya para siswa ini akan menjadi perpanjang tanganan kita untuk membasmi
jentik nyamuk. Dengan begitu, kita optimis angka DBD di kota Muaraenim dapat turun. Dan
jika dari laporan mereka ditemukan jentik maka akan segera kita tindak lanjuti dengan
penaburan bubuk Abate,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SMPN 5 Muara Enim, Jumran menyambut baik adanya program yang
digagas Puskesmas Muaraenim tersebut.

Menurutnya, apa yang diajarkan dalam pelatihan terhadap kader jemari ini akan menjadi
pelajaran bagi siswa untuk dapat mengenali jentik nyamuk dan menjaga kesehatan serta
dapat melakukan pencegahan terhadap timbulnya penyakit DBD.

Ia juga mengatakan dengan adanya program ini diharapkan dapat menunjang SMPN 5
Muaraenim menjadi sekolah bebas jentik dan menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi.

“Dengan adanya bimbingan dari Puskesmas Muaraenim, kita jadi tahu apa saja yang harus
dilakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sekolah ini dapat menjadi sekolah
Adiwiyata,” pungkasnya.(ans)

Leave a Reply