Permukiman Banjir, Warga Kembali Protes Pembangunan Tol Trans Sumatera

Warga datangi kantor perusahaan pembangunan jalan tol/ Foto: wan

Kayuagung, Kabarserasan.com—Ratusan warga Desa Cilikah, Kecamatan Kayu agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin (27/11/2017) pagi mendatangi kantor perusahaan subkontraktor pengerjaan proyek jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Kayu Agung, menyusul banjir yang kini mereka alami.

Warga menuding, timbunan tanah galian pembangunan jalan tol ini, menjadi penyebab tersumbatnya aliran air dan membuat ratusan rumah di kawasan permukiman tempat tinggal mereka, terendam banjir, dan mengakibatkan barang dan perabotan mereka menjadi rusak.

Selain rumah warga, banjir juga merendam puluhan hektar sawah. Untuk itu warga mendesak pihak perusahaan segera membuat gorong-gorong agar genangan air dapat mengalir ke Sungai Komering, seperti sebelumnya.

“Kami minta pihak perusahaan memperbaiki saluran airnya. Karena timbunan tanah itu telah menyumbat saluran air dan membuat kawasan perumahan kami tergenang banjir,” ujar Maryani, salah seorang warga Desa Cilikah.

Dedy Kurniawan, Camat Kayu Agung yang datang ke lokasi setelah menerima laporan warga, mengaku akan mendesak pihak perusahaan pelaksana proyek jalan tol ini untuk memperhatikan tuntutan warga. “Kami akan minta pihak perusahaan memperbaiki saluran air, sebagaimana yang diminta warga,” kata Dedy.

Ini bukan protes pertama dilakukan warga Desa Cilikah. Sebelumnya, protes dengan masalah yang sama juga pernah mereka lakukan beberapa waktu sebelumnya, tapi perbaikan yang dilakukan belum menunjukkan perubahan. (wan)

Leave a Reply