Masih Menumpang, SMAN 5 Berharap Dibangunkan Gedung Baru

Suanana Rapat Pihak SMAN 5 dan Komisi IV DPRD Muba. Kabarserasan.com/her

Musi Banyuasin, Kabarserasan.com – SMA N 5 yang merupakan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) sejak berdirinya 2014 lalu masih menumpang di SMA Negeri 1 Sekayu.

Plh.Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Sekayu Nuraini berharap mereka memiliki gedung sekolah sendiri.

” Saat ini SMAN 5 memiliki 112 siswa dan sudah meluluskan satu angkatan. Sedangkan tenaga pengajar berjumlah 17 orang, 2 sudah PNS dan 15 guru honor,” kata Nuraini dalam rapat audiensi dengan Komisi IV DPRD Muba, Senin (20/11/2017) sore

Nuraini berharap, Pemkab Muba maupun dinas terkait dan DPRD agar mencari solusi agar siswa-siswi di SMA 5 dapat belajar dengan nyaman. ” Kita berharap dapat memiliki gedung sekolah sendiri, agar kegiatan belajar tidak terangganggu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD MUBA Iwan Aldes didampingi wakil Ketua Komisi IV Evra Hariadhy dan anggota Komisi IV lainnya merasa prihatin dengan kondisi sekolah ini.

“Kita prihatin atas kondisi sekolah ini. Mereka tak memiliki fasilitas sekolah memadai. Padahal, untuk mendorong kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) disekolah harus ditunjang oleh sarana dan prasaran yang memadai dan nyaman,”kata Iwan saat memimpin rapat di ruang komisi IV, Senin (20/11/2017).

Iwan menuturkan, dia anggota komisi IV sudah berkunjung ke sekolah tersebut. ” Disana tak melihat fasilitas yang seharusnya ada disetiap sekolah. Seperti ruang aktivitas, ruang olahraga dan juga tak memiliki taman sekolah,” terangnya.

Menurutnya sekolah sejatinya tempat tumbuh kembangnya anak. Jika sarana prasana yang kasat mata saja tidak ada, bagaimana anak bisa bertumbuh dengan baik. Belum lagi tidak adanya keberadaan tempat ibadah yang menurutnya sangat penting untuk mendidik karakter anak di masa depan.

“Bagaimana anak mau berkarakter, sejak kecil saja tidak disediakan tempat ibadah bagi mereka,”ujarnya.

Selain itu sanitasinya juga buruk. Satu toilet yang idealnya digunakan 10 orang siswa, kenyataannya digunakan untuk 112 orang siswa. Hal tersebut dianggap Iwan sebagai hal yang sangat tidak manusiawi.

” Kami akan mengusulkan permasalahan ini ke Provinsi guna dibangunnya gedung maupun sarana dan prasarana dan kami akan menanyakan kepada Bupati terkait status apakah SKO atau menjadi Sekolah Umum. Jika menjadi SKO pembangunan gedung menggunakan dana Kabupaten karena kalau menjadi sekolah umum ini akan kembali ke provinsi karena sekarang sekolah sudah di ambil ahli oleh provinsi,”pungkasnya.

Penulis: Hermansyah
Editor: Amr

Leave a Reply