Pelecehan Seksual di Jambi Tinggi

Pelechan anak (ilustrasi/ist)

Jambi, Kabarserasan.com — Selama periode bulan Januari hingga September 2017, Ditreskrimum Polda Jambi mengamankan enam tersangka pelaku kejahatan seksual. Ironisnya, korban mereka adalah anak masih dibawah umur.

Keterangan tersebut, diakui Kasubdit Ditreskrimum Polda Jambi AKBP Heri Manurung pada akhir pekan lalu di Polda Jambi.

Menurutnya, tersangka itu diantaranya berinisial Mr, I, dan AD. Sementara tiga tersangka lainnya tidak bisa disebutkan namanya karena masih dalam proses.

“Dari enam orang TSK, ada yang sudah dewasa dan ada anak-anak. Semua pelaku ini ditangkap hanya dari laporan masuk ke Polda, Jambi selama periode sembilan bulan,” ungkap Manurung.

Diakuinya, enam orang pelaku pelecehan seksual tersebut, modusnya sangat bermacam-macam. Ironisnya, korbannya masih dibawah umur.

“Modus untuk melakukan persetubuhan kepada korbannya, diantaranya diiming-imingi dengan uang. Selain itu, disaat orang tua mereka tidak berada di rumah,” ujarnya Manurung.

Data tersebut, merupakan hasil laporan yang masuk ke Polda Jambi, bukan jumlah data pelaku pelecehan seksual dari rekapan se-Provinsi Jambi.

“Enam pelaku saja sudah tinggi, apalagi ada yang diproses dan belum ada data rekapan dari provinsi yang belum masuk ke Polda Jambi,” tukasnya.

Pelecehan seksual itu, diketahui setelah anaknya merasa kesakitan dibagian reproduksinya. Usai mengadu dengan orang tuanya, lalu dilaporkan ke pihak polisi.

Selanjutnya, di depan petugas, korban mengaku melakukan persetubuhan belum waktunya lantaran mendapatkan iming-iming dari pelaku.

Disamping itu, terdapat unsur pemaksaan, seperti saat korban dibawa kabur oleh pacarnya. Di suatu tempat tertentu, hubungan ilegal tersebut, mereka lakukan.

Melihat data enam orang tersangka pelecehan seksual yang ditangkap Ditreskrimum Polda Jambi selama sembilan bulan terakhir ini, membuat
Kasubbid Penmas Humas Polda Jambi Kompol Wirmanto menjadi prihatin.

“Saya sangat prihatin sekali. Sebaiknya, orang tua yang memiliki anak dibawah umur agar lebih menjaganya,” tegasnya.

Selanjutnya, Wirmanto menyarankan kepada setiap orang tua agar memantau anaknya dari pergaulan bebas sembarangan. “Lebih baik arahkan kegiatan positif, terutama yang menyangkut keagamaan.”

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply