Memasuki Musim Kemarau, Dansatgas Karhutla Minta Perusahaan Perbanyak Stok Air

Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi Kolonel Inf Refrizal saat melakukan sidak disalahsatu perusahaan perkebunan. Foto: Kabarserasan.com/Azhari

Jambi, Kabarserasan.com — Seiring musim kemarau mulai memasuki Jambi dan hot spot (titik panas) mulai mewarnai setiap daerah di Provinsi Jambi membuat kewaspadaan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan semakin ditingkatkan.

Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi yang juga Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Inf Refrizal, menggelar inspeksi mendadak (sidak) disebuah perusahaan perkebunan di Kabupaten Sarolangun Jambi.

Dalam sidak tersebut, Refrizal memantau peralatan dan kesiapan pihak personil perusahaan dalam mengantisipasi terjadinya karhutla,

Dia tidak ingin di Kabupaten Sarolangun yang juga cukup luas wilayahnya tidak bisa mengantisipasi setiap adanya titik api yang membuat terjadinya kebakaran hutan.

Karena itu, Dansatgas Karhutla menegaskan agar setiap perusahaan perkebunan memiliki embung air yang cukup banyak di setiap lahan mereka.

“Dalam mengantisipasi musim kemarau, saya minta embung-embung air diperbanyak. Kalau perlu jangan lagi 1.000 liter, tapi bisa 5.000 liter,” tegas Refrizal usai sidak di PT Bahana Karya Semesta (BKS) di Kabupaten Sarolangun, Jambi, Senin (12/6/2017).

Didampingi GM PT BKS Juned, Refrizal meminta pihak perusahaan bersungguh-sungguh dalam memadamkan api yang ada di wilayah perusahaannya.

“Saya melihat di Kabupaten Sarolangun ini daerahnya juga berpotensi timbulnya api. Api itu kecil masih jadi sahabat, besar bisa menjadi musuh. Karena itu, selagi masih kecil agar pihak perusahaan segera memadamkan api tersebut sehingga tidak meluas,” tukas Danrem.

Dia juga menilai apa yang dimiliki pihak perusahaan sudah mencukupi, mulai dari menara pemantauan titik api yang tingginya 15 meter serta peralatan lainnya.

Disamping itu, Refrizal meminta perusahaan melibatkan masyarakat setempat dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Pasalnya perusahaan tidak lepas dari masyarakat sekitarnya. Jadi masyarakat harus dilibatkan,” harapnya.

Sementara Juned, GM PT BKS mengakui perusahaannya sering diaudit oleh pihak terkait baik dari provinsi dan kabupaten.

“Alhamdulillah hasilnya 99, karena peralatan dan SDM sudah lengkap dan siap dalam menghadapi karhutla,” imbuhnya.

Dalam sidak tersebut, Dansatgas Karhutla Jambi juga didampingi Kasi Intelrem 042/Gapu Letkol Inf Marshall dan Kapenrem Mayor Inf Jasman Bangun.

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply