Wartawan Jambi Demo, Protes Prilaku Pegawai BPN

Wartawan Jambi demo di Kantor BPN Jambi/ Foto: azi

Jambi, Kabarserasan.com—Sejumlah wartawan di Kota Jambi, yang tergabung dalam Forum Wartawan se-Provinsi Jambi, Senin (19/12/2016) pagi mendatangi Kantor BPN Kota Jambi di kawasan Persijam, Pakuan, Kota Jambi.

Dengan membawa poster berisi kata-kata kecaman, para wartawan sejumlah media di Jambi, memprotes tindakan seorang pegawai kantor pertanahan itu yang diangap tak menghargai profesi mereka sebagai pencari berita.

Para wartawan minta Kepala BPN Kota, Dolly Manahan Panggabean untuk menindak oknum pegawainya bernama Een, yang beberapa hari lalu bertindak kurang bersahabat dengan wartawan salah satu media lokal, yang mereka anggap melecehkan profesi wartawan. Beberapa wartawan yang ikut demo bahkan minta polisi memeriksa Kepala BPN Kota Jambi, Dolly Manahan Panggabean, atas tindakan tersebut.

“Seret oknum dan Kepala BPN Kota Jambi ke ranah hukum, karena telah menghalangi tugas wartawan,” kata Muawin, Koordinator Liputan Jambi Independen.
Awal kejadiannya, menurut Muawin, bermula saat Ijal, wartawan Harian Jambi Independen yang diberi tugas mewawancarai Kepala BPN Kota Jambi, datang untuk menanyakan perihal kasus sengketa tanah di Kota Jambi yang tumpah tindih.

Oleh pegawai BPN bernama Een, Muawin dihardik dengan kata-kata yang bersifat melecehkannya profesi wartawan, dan selanjutnya menyandera korban selama setengah jam.

“Handphone saya yang diminta tidak merekam, diambil paksa Een. Bahkan rekan saya Photographer Jambi Independen diintimidasi secara psikis oleh oknum preman yang berada di dalam kantor BPN,” tutur Ijal.

Menurut Muawin, tindakan pegawai BPN Kota Jambi itu bersifat menghalangi kerja wartawan, dan melanggar prinsip keterbukaan informasi masyarakat, melalui kerja wartawan. Karena itu mereka minta polisi memeriksa Een, berikut pimpinannya, atas tindakan tersebut.

Dalam aksi demo itu, Pimpinan Redaksi Jambi Independen, Ali Monas bahkan sempat menghampiri Panggabean, meminta kejelasan atas perilaku stafnya yang dianggap arogan kepada media yang meliput di kawasan kerjanya.

“Saya tidak terima atas perilaku staf bapak yang arogan dan menyepelekan tugas jurnalistik. Padahal beritanya menyangkut pemberitaan sengketa tanah di BPN Kota Jambi,” tukasnya.

Kepada puluhan awak media yang menggelar aksi, di pagar kantor BPN, DM Panggabean mengaku sudah mendapatkan informasi atas perilaku stafnya yang menghambat kerja wartawan.

“Saya sudah kumpulkan staf saya, dan memberikan arahan. Selain itu, saya juga meminta maaf kepada rekan-rekan wartawan atas perbuatan staf saya. Silahkan temui saya ke ruangan jika ada yang mau konfirmasi,” katanya seraya mengaku dekat dengan media dan pernah menjadi juru bicara BPN Pusat.

Meski diminta masuk berdialog, namun para jurnalis menolaknya, karena adanya perilaku penyanderaan tersebut. Bagi sebagian wartawan, mereka menilai Kepala BPN Kota Jambi gagal dalam membina stafnya, karena tidak tahu etika dalam menghadapi dunia jurnalisme.

Usai aksi ini, para wartawan akan meneruskan masalah ini ke Polda Jambi untuk melaporkan perbuatan tidak menyenangkan tersebut. (azi)

Leave a Reply