PKB Tuding Menteri Non Parpol Didukung Cukong

Menurut Daniel, hal itu akan semakin melemahkan dan membahayakan pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Bila itu terjadi maka reshuffle kabinet justru membuat stabilitas politik dan ekonomi semakin terpuruk,” kata Daniel Johan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 30 Juni 2015.

Dia mengatakan, kinerja menteri dan kondisi politik ekonomi selama delapan bulan ini harus menjadi pelajaran penting bagi presiden mengambil kebijakan reshuffle. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kondisi perekonomian bangsa ini terus terpuruk. Anggota Komisi IV DPR itu mencontohkan, pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar rupiah anjlok, harga kebutuhan pokok melambung tinggi sampai masih carutnya angkutan darat dan udara saat ini.

“Waktu pembentukan kabinet, presiden didorong untuk menyingkirkan kader partai meski baik dan profesional tapi keterpurukan saat ini justru berasal dari menteri-menteri non parpol yang terbukti tidak memberi kontribusi mewujudkan nawacita dan janji presiden,” ujarnya.

Daniel menambahkan, menteri dari kalangan non parpol tidak memberikan kontribusi yang baik kepada presiden karena tidak memiliki nilai lebih kepada presiden. Kata dia, umumnya menteri non parpol tidak memiliki ikatan ideologi maupun tanggung jawab dan dukungan basis politik yang kuat.

“Mereka hanya berperan di ranah individu sehingga bila terja instabilitas politik mereka tidak memiliki kekuatan untuk menyelesaikannya. Banyak yang memikirkan kelompok dan bandarnya saja, jangan dikira mereka tidak memiliki dukungan para cukong di belakangnya,” kata dia.

Penulis    : Amri
_________________________________________________
BERITA LAIN:

Ini Dia Transkrip Menteri Ejek Jokowi
PDIP: Pecat Menteri Penghina Presiden
Anggaran Belum Siap Pilkada Bisa Ditunda
Soal Dana Aspirasi, Pemerintah Tunggu Proposal DPR
Ini Penjelasan Ketua KPU Soal Audit BPK
KPU Dicecar Komisi II DPR Terkait Audit BPK

 

 

 

Leave a Reply