“Wonderful Muara Enim”, Semangat Kebangkitan Sektor Pariwisata

Foto: Dokumentasi Dispora Kab. Muara Enim

Kabupaten Muara Enim, sebenarnya memiliki banyak potensi wisata, namun sejauh ini belum banyak digali sebagai destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Ada beberapa faktor penyebab, antara lain, sumber pendapatan untuk mendukung pembangunan daerah ini, masih tercukupi oleh potensi lain, yakni suber daya alam (SDA) yang melimpah.

Kemudian, lokasinya yang jauh belum didukung oleh infrastruktur yang memadai, terutama transportasi menuju ke sana.  Tapi kini, saat kekayaan SDA mulai menipis, saatnya membenahi potensi ini, sebagai sumber pendapatan potensial

Sebagai daerah dengan wilayahnya sebagian terdiri dari kawasan pebukitan, aset wisata yang ada, banyak berupa air terjun, terbanyak di wilayah Kecamatan Tanjung Agung. Salah satunya yang paling terkenal adalah Air Terjun Curup Tenang (sebenarnya, Curug Tenang, Curug berarti air terjun, Red), yang berada di Desa Bedegung Kecamatan Tanjung Agung.

Keberadaannya di Desa Bedegung, membuat air terjun yang ketinggiannya mencapai 99 M ini, juga dikenal dengan sebutan Air Terjun Bedegung. Lokasinya sekitar 60 Km dari Kota Muara Enim, ibukota kabupaten. Setiap musim libur, ramai dikunjungi, dan sampai kini, merupakan asset wisata andalan Kabupaten Muara Enim.

ai-terjun-curug-tenang-bedegung

Ada lagi Air Terjun Lemutu, letaknya di Desa Tanjung Bulan atau berjarak sekitar 40 Km dari ibukota kabupaten. Air terjun ini memiliki tiga undakan—di undakan paling bawah berada di ketinggian 10 M. Lalu di undakan kedua, air terjun terlihat menyebar membentuk tingkatan-tingkatan kecil setinggi dua hingga tiga meter. Dan di undakan ketiga, air akan terlihat lebih indah, karena pada bagian tengah terlihat lekukan tempat mengalirnya air ke bawah.

Masih di Kecamatan Tanjung Agung, ada juga Curup Selingsing di Desa Tanjung Agung yang berjarak sekitar 40 Km dari Kota Muara Enim. Ketinggian airnya tidak berlebihan, hanya 15 M, namun asset wisata ini menawarkan panorama indah dari rerimbunan hutan di sekelilingnya. Untuk sampai ke sana, memang diperlukan tenaga ekstra, karena harus melewati jalan yang agak sulit. Yang menarik juga dari asset wisata ini, dasar sungainya merupakan padatan batubara, berwarna hitam, dan berbeda dengan batu atau tanah, tidak licin saat diinjak pengunjung.

wisata_air-terjun-selingsing

Masih banyak lagi potensi wisata dengan karakter dasar air terjun. Tapi asset wisata di Kabupaten Muara Enim bukan hanya air terjun. Di Kecamatan Semende Darat Ulu, ada wisata Air Panas Gemuhak, yang berada di Desa Penindaian, berjarak sekitar 90 Km dari pusat ibukota kabupaten. Meski demikian, untuk mencapai lokasi sangat mudah, karena berada di pinggir jalan beraspal, dengan berdekatan dengan pintu masuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) yang sedang dikerjakan pihak PT Pertamina Geothermal Energy.

Di Kecamatan Semende Darat Ulu, ada lagi asset wisata Danau Deduhuk (Kata Deduhuk, diambil dari nama tanaman jenis rerumputan yang banyak tumbuh di sekitar danau, Red). Lokasi wisata ini terdapat di desa Segamit, dengan luas danau sekitar 90 hektare. Menuju ke sana, sepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang masih asri, hamparan sawah penduduk setempat, pebukitan nan hijau serta sejuknya udara yang belum terkena polusi.

Yang disebut di atas adalah hanya sedikit dari banyaknya asset wisata yang dimiliki KabupatenMuara Enim, yang selama ini belum banyak digarap, untuk menarik wisatawan—terutama wisatawan luar (domestic dan mancanegara)). Tapi kini, Pemerintah Kabupaten Muara Enim mulai berbenah, untuk memoles aset-aset wisata ini, sebagai destinasi wisata menarik untuk dikunjungi. Krisis ekonomi global—yang membuat harga batubara, karet, kopi dan kelapa sawit sebagai potensi unggulan harganya menurun, sebagai penyebabnya. Dan sector ini, diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang banyak.

Kepala Bappeda Muara Enim Dr Ir Abdul Nadjib mengatakan, dalam upaya optimalisasi sector ini, Pemerintah Kabupaten Muara Enim tetap mengacu pada tiga pilar yang harus berjalan seimbang, yakni kepentingan ekonomi, kepentingan masyarakat dan kepentingan lingkungan. Dan Nadjib menyebut Tema yang diambil dalam pengembangan sektor pariwisata ini dengan

“Wonderful Muara Enim” (Muara Enim Indah atau Muara Enim menakjubkan).
“istilah ini tidak hanya asbun (asal Bunyi) saja, tapi secara empiris kabupaten ini memiliki Sumber daya dan daya Tarik pariwisata yang relatif masih “tertidur” demikian Nadjib memberi gambaran.

Tema  “Wonderful Muara Enim” itu rencananya dikemas dengan beberapa konsep:

Wonderful Nature.

Bahwa kepariwisataan Kabupaten Muara Enim mengandalkan kekayaan potensi yang dimiliki, baik keindahan alam dengan kesuburan tanahnya, maupun potensi sumber daya alam dan karakter  wilayahnya pebukitan, sebagai potensi wisata yang luar biasa untuk ditawarkan ke wisatawan.

Wonderful culture

Masyarakat Kabupaten Muara Enim yang memiliki keragaman budaya, adat istiadat, bahasa dan gaya hidup yang belum banyak tersentuh pengaruh modernisasi, diyakini sebagai modal wisata yang menarik. Begitu pula dengan kerajinan tradisional dan souvenir khas dari desa-desa yang tidak kalah menarik.

Wondeful People

Kehidupan masyarakat yang bertoleransi tinggi, ramah tamah dan senyum yang senantiasa menghias wajahnya, yang berdiam di Rumah Panggung khas darah Muara Enim dengan kehangatan pola kekeluargaan, tata cara kehuidupan sehari-hari merupakan salah satu magnit untuk menarik perhatian wisatawan luar.

Wonderful food

Begitu pula dengan keragaman makanan atau kuliner khas trasional daerah sampai pada hidangan nasional yang mampu disajikan bagi para wisatawan. Begitu pula dalam tata cara penyajiannya yang beragam dari satu wilayah ke wilayah lain yang berbeda, serta dari satu jenis makanan ke jenis makanan lainnya diseluruh tanah air.

Nadjib menjelaskan, rencana pembangunan destinasi wisata di Bumi Serasan Sekundang ini disusun dari hasil eksplorasi dan indentifikasi objek wisata di Kabupaten Muara Enim, oleh Bappeda Kabupaten Muara Enim bersama instansi terkait pada awal tahun 2016 lalu. Destinasi wisata ini meliputi enam wilayah kecamatan, mengacu kepada potensi wisata yang dimiliki.

arung-jeram-3

“Sebagian besar dari objek wisata dalam Destinasi wisata “wonderful Muara Enim” ini telah didukung oleh infrastruktur kepariwisataan yang memadai. Namun demikian masih ada pula dari objek-objek wisata tersebut dieksplorasi sehingga perlu dilengkapi dengan insfrastruktur pendukungya,” Nadjib menjelaskan.

Oleh karena itu, menurutnya, untuk menindaklanjuti progaram ini perlu dibentuk semacam lembaga pengelola destinasi (Destination Management Organization, DMO) yang beranggotakan dari berbagai pihak terkait di tingkat Kabupaten dengan garis koordinasi di tingkat provinsi dan Pusat. (amri)

Leave a Reply