Walikota Syarif Fasha: Tidak Ada Lagi Jargon Orang Miskin Tidak Boleh Sakit di Kota Jambi

Walikota Jambi Syarif Fasha saat menjadi pembicara di seminar Kesehatan. Kabarserasan.com

Jambi, Kabarserasan.com — Kaliber Walikota Jambi H. Syarif Fasha sebagai seorang praktisi dan pembicara memang tidak perlu diragukan lagi. Baru saja menjadi pembicara narasumber kegiatan Rakornis Staf Ahli di tanah Papua dan Diklat Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) se-Kota Sungai Penuh, kali ini Fasha kembali didaulat menjadi narasumber pada kegiatan Seminar Sehari Kesehatan, yang digelar dalam rangka halal bihalal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Jambi, Sabtu kemarin (29/7/2017).

Bertempat di Hotel O2 Weston Jambi, dihadapan para dokter yang tergabung dalam Ikatan dokter Indonesia (IDI), manajemen rumah sakit, tenaga medis, perawat, bidan, dan mahasiswa, Fasha memaparkan berbagai kebijakan pembangunan dan inovasi Kota Jambi di bidang kesehatan.

Dihadapan peserta seminar, Walikota mengungkapkan bahwa filosofi dunia kesehatan tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial dan kemanusiaan.

“Dunia medis dan kesehata

Wailikota Jambi Syarif Fasha Bersam Ketua IDI Jambi dr Herlambang. Kabarserasan.com/Azi

n sangat erat kaitannya dengan aspek sosial-kemanusiaan, karena menyangkut hajat hidup dan nyawa orang banyak. Untuk itu peran tenaga medis kesehatan, terutama para Dokter, sangat dibutuhkan kehadirannya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Untuk hal tersebut, Fasha meminta peran aktif IDI bersama berkolaborasi dengan pemerintah mensukseskan pembangunan kesehatan masyarakat yang sehat, berkualitas dan manusiawi.

“IDI berperan sangat penting bersama pemerintah dalam mengakomodir pelayanan kesehatan yang berkualitas dan manusiawi di tengah masyarakat. Kami berharap peran Dokter harus lebih peka dengan kondisi sekitar, memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Hal tersebut tentu saja sudah terikrar dalam sumpah Dokter, sebuah amanat yang harus dipertanggung jawabkan dan amal jariyah. Saya ingin teman-teman para Dokter dan pelaku kesehatan lainnya sadar akan tanggungjawab tersebut,” harap Fasha.

Terkait dengan program dan kebijakan Pemerintah Kota Jambi dalam bidang kesehatan, Fasha menjelaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan yang terbaik, berkualitas, murah dan manusiawi merupakan prioritas utama yang tercantum dalam visi misinya dalam membangun Kota Jambi.

“Sebagai kota besar, Kota Jambi menjadi magnet bagi pendatang, juga bagi masyarakat yang mencari layanan kesehatan yang berkualitas. Oleh karena itu sudah menjadi tantangan bagi kita menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas. Kami mengajak insan dunia kesehatan untuk bersama membangun kualitas sarana prasarana kesehatan di Kota Jambi. Akan saya fasilitasi dengan perbankan dan prioritaskan perizinan pengusaha lokal jika ingin investasi membangun rumah sakit di Kota Jambi,” janjinya.

Fasha juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Jambi saat ini terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat, baik di tingkat pertama (Puskesmas), hingga Rumah Sakit Umum Abdul Manap.

Syarif Fasha bersama prakitis Kesehatan Kota Jambi. Kabarserasan.com/azi

Dijelaskan Fasha bahwa terdapat beberapa poin penting yang menjadi landasan kebijakan dirinya dalam membangun dunia kesehatan di Kota Jambi, yakni semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik, aksesibilitas yang mudah, peningkatan sarana prasarana kesehatan dan menciptakan inovasi kesehatan untuk masyarakat.

“Prioritas utama kami adalah menyediakan layanan dan inovasi layanan kesehatan bagi masyarakat, seperti layanan homecare, 1 puskesmas 1 inovasi, bantuan dana transportasi bagi pasien rujukan, kemudahan berobat dengan SKTM yang hanya diterbitkan oleh Ketua RT, peningkatan Puskesmas menjadi rawat inap dan rumah sakit tipe D, peningkatan sarana prasarana penunjang kesehatan. Tidak ada lagi jargon orang miskin tidak boleh sakit di Kota Jambi,” tegas Fasha. (azhari/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here