Kinerja Saham PTBA Tertinggi di Antara Emiten Tambang

Dermaga Batubara/ Foto.Dokumentasi PTBA

Jakarta, Kabarserasan.com – Kinerja saham PT Bukit Asam (persero) Tbk sepanjang semester I 2016 tampil cukup menggembirakan dibanding industri pertambangan lainnya, khususnya di antara emiten batubara.

Hal terlihat dari harga saham PTBA saat penutupan 30 Juni 2016 pada posisi Rp 7.700 per saham dibandingkan dengan harga saham saat pembukaan perdagangan 2016 awal Januari lalu pada posisi Rp 4.500 perlembar saham.

Sejumlah analis menilai sejak awal tahun sektor pertambangan lebih unggul dibanding sektor lainnya.  Indeks Jakmine menyebutkan, secara year to date sektor pertambangan memberikan return sebesar 66 persen.

Sedangkan dalam sektor pertambangan sendiri, komoditas batubara merupakan komoditas yang paling dominan kontribusinya. Sementara JP Morgan Securities menilai PTBA adalah emiten yang paling unggul dari seluruh emiten batubara.

Hal senada juga disampaikan Samuel sekuritas dan Panin Sekuritas yang menempatkan PTBA top pick dalam coverage-nya. Hal ini disebabkan karena PTBA didukung beberapa faktor.

Pertama, reserve hingga dua miliar ton atau setara dengan 100 tahun minelife. Kedua, Ongkos produksiyang relative lebih rendah. Ketiga, stripping ratio terendah di industri. Keempat, kapasitas angkutan kkereta api yang besar. Kelima memiliki pelabuhan batubara terbesar.

Sekretaris Perusahaan PTBA, Adib Ubaidilah mengatakan, pada 2016 PTBA tetap menempatkan langkah-langkah efisiensi sebagai salah satu prioritas. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain melakukan optimasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas dan penyesuaian tarif dengan sejumlah pihak ketiga.

” Selain efisiensi operasional juga dilakukan efisiensi di bidang investasi. Investasi yang tidak langsung langsung trekait dengan kegiatan produksi akan dikaji ulang,” kata Adib di jakarta, Senin (01/08/2016).

Sebelumnya, lanjut Adib, pada tahun ini PTBA melalui cucu perusahaan PT Satria Bahana Sarana (SBS) telah melakukan tambahan investasi sebesar Rp 962,2 miliar untuk membeli sejumlah truk yang bertonase sekitar 100 ton dan peralatan penunjang lainnya.

“Dengan tambahan investasi ini, PT SBS pada 2016 ditargetkan mampu memenuhi produksi sekitar 30 juta bcm material tambang,” jelas Adib.

Beroperasinya truk dan peralatan tambang PT SBS ini, maka volume pekerjaan tambang swakelola PTBA secara keseluruhan meningkat tajam. ” Hal secara langsung mendukung program efisinsi PTBA sebagai perusahaan induk (holding company),” tutupnya. (Ace)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here