Cita Rasa Kopi Arabica Semende Dapat Predikat Special Tea

Namun kini, tak hanya Robusta yang dikembangkan di salah satu daerah dataran tinggi di Sumsel ini, kopi Arabica ternyata juga cocok ditanam dibeberapa tempat di daerah Semende, khususnya Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) dan beberapa tempat di Kecamtan Semende Darat Tengah (SDT).

Kepala Dinas Perkebunan Muara Enim Mat Kasrun mengakui, saat ini kopi Semende yang terkenal adalah kopi jenis Robusta. Luasan lahan untuk kopi jenis ini mencapai 23 ribu hektar are.

” Tapi beberapa tahun terakhir kita coba mengembangkan kopi jenis Arabica. Karena untuk dibebarapa tempat secara topografi dan iklim  cocok untuk pengembangan kopi jenis Arabica, yakni di Semende Darat Ulu (SDU),” kata Mat Kasrun di Ruang Kerjanya, Rabu (4/05/2016).

Menurut Mat Kasrun, dengan ketinggian 1000-1200 dpl (diatas permukaan laut),  bahkan ada yang mencapai ketinggian mencapai hingga 1300 Dpl daerah ini cocok untuk dikembangkan kopi jenis arabica.

Untuk pengembangan kopi arabica ini, lanjutnya, Dinas Perkebunan Pemkab Muara Enim bekerja sama dengan Puslit Kopi/Kakao Jember Jawa Timur. ” Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Puslit Kopi/Kakao Indonesia inilah kemudian dilakukan pengembangan kopi jenis Arabica. Kita mulai pada tahun 2012 lalu. Pengembangan dilakukan karena kopi jenis arabica ini harganya relatif lebih tinggi,” jelas Mat Kasrun.

Dia menuturkan, beberapa waktu lalu telah dilakukan petik perdana kopi arabica semende di Desa Segamit SDU. ” Belum panen raya, tapi petik perdana yang menandakan musim kopi arabica dengan melalui olah basah dilakukkan,” ujarnya.

Pengolahan dengan teknik olah basah ini dilakukan dengan cara kopi yang baru dipetik semuanya sudah matang (berwarna merah). Kemudian dimasukkan kedalam mesin khusus dan menghasilkan ose (biji yang masih ada kulit manisnya).

” Untuk harga Ose ini harga jual mencapai Rp 35 ribu per Kg. Kalau sudah HS (biji kering) harganya lebih tinggi lagi yakni Rp 45 ribu per kg. Harga ini lebih tinggi dari Kopi jenis Robusta yang berkisar Rp 20-21 ribu per Kg,” kata Mat Kasrun.

Saat ini kata dia, sudah ada 3 unit mesin pengolahan kopi dengan olah basah dan untuk menampun hasil panen kopi arabica ini sudah bentuk Koperasi.

Disisi lain, jenis kopi arabica ini juga menghasilkan buah yang cukup banyak, yakni sekitar 5 Kg per pohon. ” Untuk cita rasa, hasil kopi arabica Semende ini juga sangat tinggi dan mendapat predikat Special Tea,” jelasnya.

Sebagai info, untuk mendapat predikat Special Coffe ini cita rasa kopi harus mendapat skor penilaian (cupping test) diatas 80. Karena predikat Special Coffe ini, tak heran jika pada bulan Juni nanti kopi Semende akan melakukan eskpor perdana melalui eksportir asal Medan yakni PT Sumatera special Tea.

” Perusahan ini adalah supplier untuk salah satu kedai kopi terkenal dari Amerika Serikat yang banyak membuka kedai kopi di seluruh dunia,” tutupnya.

Penulis: Khairul Amri
Editor: Amr

 

 

 

Leave a Reply