Edan, Seorang Ayah Cabuli Dua Anak Tirinya

ilustrasi pencabulan anak. Kabarserasan.com/ist

Jambi, Kabarserasan.com — Kasus pencabulan anak dibawah umur terjadi di Kabupaten Batanghari, Jambi. Ironisnya, dua anak tiri dari Adit (28) warga Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi yang berinisial MP (17) dan MF (15) jadi korban pencabulan paksa dirinya.

Akibatnya, ayah tiri berakhlak bejat tersebut diringkus tim unit PPA Satreskrim Polres Batanghari.

Kapolres Batanghari, AKBP Dwi Mulyanto mengakui adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, aksi bejat pelaku terhadap kedua anak tirinya tersebut sudah berlangsung sejak September 2019 lalu.

Namun, beberapa hari lalu perbuatan pelaku diketahui oleh pihak kelurga, sehingga dilaporkan ke Mapolres Batanghari.

“Ibunya korban atau istri pelaku juga menanyakan ke adiknya (MF). Disitulah kemudian MF juga bercerita bahwa dirinya juga disetubuhi oleh ayah tirinya,” ungkap Kapolres, Minggu (31/5/2020).

Dia menambahkan, bila MF mendapatkan perlakuan tak senonoh dari pelaku sejak Januari 2020 lalu di rumahnya.

“Pelaku tersebut mengaku telah berpuluh kali mencabuli anak tirinya, ia melakukan itu dikarenakan suka dengan kedua anak tirinya,” tukas Dwi.

Sebelumnya, pada 28 Mei lalu perbuatan tersangka diketahui pihak keluarganya. Tidak ayal, pelaku menjadi bulan-bulanan warga karena aksi tidak senonohnya.

Beruntung, saat itu anggota kepolisian cepat datang dan mengamankan pelaku pencabulan dari kerumunan warga.

Dari pengakuan pelaku, modus yang digunakan terhadap kedua anak tirinya pun sama. Saat itu, anak tirinya tertidur lelap dan dibangunkan olehnya.

Selanjutnya, pelaku secara paksa membuka celana korban dan menggaulinya dengan terlebih dahulu memegang tangan korban.

Akibat perbuatannya, tersangka ditahan di sel Polres Batanghari. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia diganjar pasal 81 ayat (1) dan (3) undang-undang RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah mengganti undang-undang no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 76D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku ini terancam pidana paling singkat 5 tahun dan palingan lama 15 tahun penjara,” tandas Dwi. (Azi)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here