Tiga Hari Air PDAM Mati, Warga Mandi Pakai Air Galon

Air PDAM LE tak mengalir warga mandi pakai air galon. Kabarserasan.com/ist

Muara Enim, Kabarserasan.com —  Layanan air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim berhenti mengalir. Akibatnya tak kurang 3000 pelanggan mengalami krisis air.

Layanan air bersih milik perusahaan kebanggaan milik Pemkab Muara Enim ini diketahui berhenti mengalir sejak Selasa (15/1/2019) lalu.

Adapun wilayah paling terdampak krisis air akibat tak mengalirnya air PDAM meliputi kawasan Kelurahan Pasar I, Pelitasari, Pelawaran, Grojokan 5 dan 6 ,seputar GOR Pancasila dan Rumah Tumbuh Kota Muara Enim.

Direktur PDAM Lematang Enim, Sartono saat dikonfirmasi mengakui layanan air PDAM sudah terhenti selama tiga hari.

Menurut dia, layanan air terpaksa berhenti karena terjadinya kerusakan travo akibat tersambar petir.

“Memang sudah tiga hari mati, ada travo yang rusak tersambar petir sehingga membuat terhentinya distribsusi air ke rumah-rumah,” kata Sartono disela-sela usai rapat paripurna, Kamis (17/1/2019).

Menurut Sartono, kerusakan akan segera teratasi dalam waktu dekat. Sebab, lanjutnya, alat travo yang rusak sudah dibeli dan tinggal dilakukan pemasangan untuk penggantian.

“Hari ini kalau barangnya sampai langsung kita pasang,”ucapnya.

Sartono mengakui, stopnya pelayanan akibat gangguan teknis berdampak keributan pelanggan mereka.

“Sekitar 3000an pelanggan kami terkena dampak ini, kami mohon maaf atas ketidaknyaman ini, kami berusaha supaya layanan distribusi air segera normal lagi,” urainya.

Akibat Kondisi air bersih berhari-hari mati, membuat sebagian warga yang tinggal diwilayah tersebut kehabisan air untuk sekedar kebutuhan mandi, cuci dan sebagainya.

Noprina (33), warga Grojokan 5 mengaku sudah tiga hari air dirumahnya berhenti mengalir. “Sudah tiga hari air mati, jadi kami terpaksa beli air galon untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam sehari dirinya harus membeli air sedikitnya delapan sampai 10 galon untuk mengisi bak di kamar mandi. Sehingga matinya layanan air PDAM turut membuat pengeluaran mereka bertambah untuk membeli air bersih.

“Untuk itu kami juga meminta kepada pihak PDAM supaya bekerja profesional, harusnya mereka sudah paham faktor dan resiko gangguan teknis bisa diantisipasi atau dipersiapkan jauh-jauh hari, jangan sampai pelayanan terlalu lama terhenti seperti saat ini,” ungkapnya.(ans)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here