Polda Jambi Bongkar Sabu Senilai Rp16 M Disimpan di Ban Serep

Tersangka Rohim, (Orange)pembawa sabu 8 kg dalam ban serep.

Jambi, Kabarserasan.com — Aksi penyelundupan narkotika terus berkembang di Jambi. Seperti kali ini, seorang yang berprofesi sopir nyaris berhasil menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu seberat 8 kg.

Untuk mengelabui petugas, pelaku yang bernama Rohim (53), menyimpan barang haramnya di dalam ban mobil serep (cadangan) miliknya.

Kepada sejumlah media, Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS mengaku terungkapnya aksi tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat pada akhir pekan lalu.

“Ada informasi yang menyebutkan akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dalam jumlah besar dari Medan dengan tujuan Jambi,” ungkapnya, Selasa (18/9/2018).

Menurutnya, usai mendapatkan informasi tersebut, tim Ditresnarkoba Polda Jambi langsung menghadang pergerakan pelaku di depan Mapolres Muarojambi, Jambi.

Dari data ciri-ciri yang diperoleh, akhirnya mobil jenis carry pick up berplat polisi BG melintas. Tanpa ada halangan, Rohim yang mengendarai mobil tersebut terpaksa tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Mulanya, tersangka mengelak membawa narkotika. Tapi petugas tidak putus asa. “Setelah digeledah, ternyata barang buktinya disimpan di ban serep mobil tersangka,” ujar Kapolda.

Setelah dihitung petugas, barang haram berbentuk kristal putih tersebut seberat sekitar 8 kg. “Bila dirupiahkan senilai sekitar Rp16 miliar. Kalau ini diedarkan sangat berhabaya. Barang berasal dari Medan, awalnya dari Aceh,” tutur Muchlis.

Dengan berhasilnya penangkapan sabu tersebut, lanjutnya, dapat menyelamatkan sebanyak 80 ribu orang terkhusus warga Jambi.

Dari pengakuannya kepada petugas, tersangka telah melakukan aksinya sebanyak dua kali. “Tersangka kurir narkoba ini udah dua kali beraksi, modusnya selalu menggunakan ban serep dan tujuannya selalu Jambi. Namun, di kali keduanya kita berhasil amankan tersangka,” tandas Kapolda.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka ditahan di sel tahanan Polda Jambi.

 

Leave a Reply