Pembangunan Infrastruktur Nasional, Upaya Menciptakan Pemerataan

Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan jalan tol

Jakarta, Kabarserasan.com—Infastruktur adalah salah satu program prioritas yang terus dibangun pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pembangunan infrastruktur terus digenjot dalam upaya mengakselerasi kemajuan secara merata di seluruh wilayah tanah air, mengejar ketertinggalan dari negara lain.

Berikut beberapa proyek infrastruktur strategis yang dibangun;

Tol Trans Sumatra

Megaproyek ini memiliki arti strategis, untuk mempercepat keterhubungan antara Pulau Jawa dan Sumatera, melalui paket pekerjaan Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-Api. Dari total 2.600 kilometer (km) yang direncanakan, proyek ini diawali dari pembangunan ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Lampung Tengah) sepanjang 14,5 km, yang peletakan batu pertamanya dilakukan 30 April 2015, dan kini sebagian sudah mulai diopersikan, dari total sepanjang 140,93 km.

Selain ruas tol Bakauheni-Terbanggi, Presiden Jokowi sudah meresmikan beberapa ruas tol Trans Sumatera, antara lain tol Palembang-Indralaya Seksi 1 sepanjang 7,75 km, tol Medan-Binjai Seksi 2 dan 3 (10,46 km), tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 2-6 (41,65 km).

Pengembangan KA di Sumatra

Kemacetan yang mulai terjadi dan makin menggejala di sejumlah wilayah Pulau Sumatera, menjadi perhatian pemerintah, dan dari situlah kemudian dirancang proyek pengembangan jalur kereta api (KA) di beberapa wilayah Pulau Sumatera. Disebut pengembangan, karena sejak zaman Hindia Belanda, beberapa wilayah di Sumatera telah ada jalur rel kereta api.

Pengembangan jalur KA Sumatera diawal pembangunan Jalur Ganda layang (Fly Double Track) yang menghubungkan Stasiun Medan-Stasiun Bandar Khalipah (Sumatera Utara) sepanjang 8 km di tahun 2016, bagian dari pembangunan jalur Stasiun Medan-Bandara Kualanamu sepanjang 27 km. Selanjutnya, pembangunan rel KA akan dilanjutkan hingga membentang dari Banda Aceh sampai Lampung, dengan total panjang 1.400 km.

Kereta Api Trans Sulawesi

Secara keseluruhan proyek kereta api Trans Sulawesi mencapai panjang 1.700 km yang membentang dari Kota Makassar sampai Manado. Proyek yang dimulai tahun 2015 ini, sebagian sudah mulai beroperasi di tahun 2018, yang menghubungkan Kabupaten Barru sampai Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Tujuan pembangunan proyek ini untuk meningkatkan daya saing ekonomi kawasan ini, seiring makin murahnya biaya logistik untuk pengiriman berbagai produk ke daerah tujuan. Kelak, jalur rel kereta api yang dibuat double track ini akan terkoneksi dengan pelabuhan dan bandara.Kelebihan rel kereta api Trans Sulawesi ini, memiliki kecepatan hingga 200 km/jam, jauh melebihi kereta api di Jawa yang hanya 120 km/jam.

LRT Palembang

Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) yang sejak pertengahan Agustus 2018 lalu sudah mulai beroperasi adalah LRT pertama di Indonesia dan merupakan karya anak bangsa. Konstruksinya dibangun PT Waskita Karya, trainset (gerbong) dibuat di pabrik PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur.

Sedangkan sistem pensinyalan, sistem telekomunikasi, kelistrikan gardu serta signal on depot serta sarana tiket elektronik dipercayakan kepada PT Len Industri. Pengoperasiannya diserahkan kepa aPT Kereta Api Indonesia (PT KAI)

LRT Kota Palembang memilki jalur sepanjang 23,4 km direncanakan melintasi 13 stasiun—hingga Agustus 2018 baru enam stasiun, yakni Stasiun DJKA, Jakabaring, Ampera, Cinde, Bumi Sriwijaya dan bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, pemerintah manargetkan program pembangunan infrastruktur konektivitas jalan ini sudah selesai di tahun 2019.

“Pada 2019 tidak lagi beorientasi untuk memulai pekerjaan baru yang sifatnya kontrak tahun jamak, tapi fokus untuk menyelesaikan proyek infrastruktur, sehingga tidak ada yang mangkrak di tengah jalan,” kata Basuki, dalam salah satu kesempatan bicara kepada wartawan di Jakarta, Februari 2018 lalu.

Presiden Jokowi saat sampaikan Nota RAPBN 2018 di DPR RI

Saat menyampaikan Nota Keuangan RAPBN 2019 di hadapan DPR RI 16 Agustus 2018 lalu, Presiden Jokowi mengatakan, sejak tahun 2015 hingga Agustu 2018 pemerintah telah membangun jalan (bangun baru, rekonstruksi dan pelebaran jalan nasional) sepanjang 12.783 km, 11 bandara baru, dan 369 km spoor rel KA.

Di luar itu pemerintah juga telah memberikan penjaminan pada program pembangunan infrastruktur energi prioritas, seperti pembangunan pembangkit tenaga listrik 10.000 MW tahap 1, infrastruktur digital berupa akses internet di daerah non-komersial dan broadband di desa, program penyediaan air minum kepada 11 PDAM, serta penjaminan program kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha.

Presiden menegaskan pembangunan infrastruktur ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2019. Dengan dana APBN sebagai katalis, pemerintah berencana membangun 667 km ruas jalan nasional baru, 905 km jalan tol, 48 unit bendungan, dan 162 ribu hektare jaringan irigasi.

Mengatasi kendali pendanaan, kata presiden, pemerintah berencana melakukan skema pelibatan pihak swasta, dengan tetap berpedoman pada prinsip kehati-hatian, agar risiko tetap terjaga dan pembangunan bisa dilakukan secara berkelanjutan. (fir)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here