Ini Dia, Bisnis “Kotor” Beromset Miliaran Rupiah

Kelolpok Tani Mekar Jaya mengolah pupuk kompos. Kabarserasancom/azi

Tanjabbar, Kabarserasan.com — Jangan sepelekan kotoran hewan, terutama kotoran sapi. Ditangan Supardi, warga Desa Dataran Kempas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi kotoran sapi tersebut bisa menghasilkan omset hingga miliaran rupiah.

Melalui kelompok tani Mekar Jaya, Supari bisa memproduksi pupuk organik bernama Raja Kompos dan Ratu Kompos.

Salah seorang pengurus kelompok tani Mekar Jaya ini mengungkapkan, produksi pupuk organik ini awal mulanya muncul dari rasa kegelisahan masyarakat yang bergerak dibidang ternak sapi secara koloni (sapi kandang).

Mulanya, pengurus kelompok tani ini merasa penghasilan ternak sapi tidak bisa menunjang perekonomian keluarganya. Sementara, para anggotanya sebagian besar adalah petani kelapa sawit.

Akhirnya, dalam suatu musyawarah mereka mendapatkan ide bersama untuk pembuatan produksi pupuk kompos ini.

Meski dengan 22 orang anggota, kelompok tani Mekar Jaya yang berdiri sejak tahun 2012, namun kerja keras mereka tidaklah berjalan mulus.

“Produksi pupuk kompos yang dihasilkan merupakan barang baru yang belum tentu laku dipasaran,” tukas Supari, Sabtu (12/5/2018).

Beruntung ada salah satu perusahan perkebunan terbesar di Provinsi Jambi yang melirik keuletan masyarakat, sehingga bersedia mengajak untuk bekerjasama.

Alasannya sederhana, pihak perusahaan menilai bahwa pupuk yang dihasilkan tersebut cocok untuk tanaman produksi mereka. Akhirnya, perusahaan yang bergerak pada tanaman industri itupun bersedia membelinya.

“Mungkin orang menganggapnya pekerjaan gila barangkali, karena kami cuma mengumpulkan pelepah sawit dan kotoran sapi,” katanya.

Meski para petani ragu dan tidak percaya karena barang baru, tetapi setelah dilakukan uji laboratorium oleh pihak perusahaan, ternyata kandungannya cukup ke tanaman mereka. “Dari hasil uji lab tersebut, pihak perusahaan bersedia membelinya,” tandas Supari.

Menurutnya, dalam mengolah pupuk kompos bahan baku utamanya berupa kotoran hewan dari ternak sapi.

Namun, dia tidak terlalu pusing. Sebab di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi merupakan lumbung ternak sapi di Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Untuk mengolah semua bahan tidaklah terlalu sulit. Untuk bahan-bahan pupuk organik ini, dalam setiap satu tonnya berupa 30 persen dari kotoran ternak, 30 persen dari abu pabrik sawit, 20 persen dari sampah kering, 20 persen hehijauan (pelepah sawit yang di haluskan), E 4 satu liter perton dan gula pasir satu kilo persatu ton.

“Setiap bulannya kita bisa memproduksi 1.000 ton, sejak 4 bulan ini kami mampu memproduksi banyak, itupun bertahap. Awalnya 10 ton, 50 ton, 100 ton hingga akhirnya 1.000 ton perbulan,” ungkap Supari.

Diakuinya, sejak mampu memproduksi pupuk kompos hingga 1.000 ton, pihak perusahaan perkebunan bersedia menampung 3.000 ton perbulan.

Kini perusahaan tersebut, membelinya dengan harga Rp1.135 per kilogram. Bila dikalkulasikan setiap bulannya, kelompok tani Mekar Jaya mampu menghasilkan 1.000 ton kompos perbulan dengan omset Rp1 milliar lebih.

Berkat keberhasilan Supari, peluang kerja ikut terbuka. Bahkan upah untuk tenaga kerja melebihi standar upah minimum.

“Ini peluang usaha yang menjanjikan dan menjadi lapangan kerja bagi masyarakat. Peluang tenaga kerja banyak yang pengen, karna upahnya mencapai Rp3 juta perbulan perkaryawan,” tuturnya.

Enaknya lagi, para pekerja layaknya PNS yang kalender merah juga libur. “Kalau hari Minggu dan tanggal merah juga libur, pulang kerja jam 4 sore. Yang tadinya kita ajak tidak mau, sekarang berebut mau bekerja,” imbuhnya.

Meski demikian, dalam memproduksi lebih banyak pupuk organik Raja Kompos dan Ratu Kompos pihaknya masih terkendala bahan baku kotoran sapi.

Dia menilai, proses produksi pupuk organik dipandang lebih natural dan sehat dibandingkan pupuk kimia. Dengan semakin berkembangnya produksi pupuk organik jadi potensi yang terbuka untuk peluang perekonomian masyarakat.

“Kedepannya, saya berharap produksi pupuk kompos ini dapat terdistribusikan secara luas baik di wilayah Jambi sendiri maupun di luar Jambi,” harap Supari. (Azi)

Kelolpok Tani Mekar Jaya mengolah pupuk kompos. Kabarserasancom/azi

 

 

Leave a Reply