Kepala BNPB Apriasi Cara Pemprov Jambi Cegah Karhutla

Kepala BNPB Pusat Willem Rampangilei dan Plt Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar. Kabarserasan.com/azi

Jambi, Kabarserasan.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei memberikan apresiasi kepada Gubernur Jambi beserta jajarannya yang telah melakukan upaya pencegahan secara dini terhadap karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang dilakukan secara dini.

“Betapa pentingnya pelatihan pencegahan karhutla ini dan Provinsi Jambi melaksanakan itu sebagai upaya dini menghadapi karhutla. Saya mewakili Pemerintah Pusat sangat mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan oleh Bapak Gubernur Jambi beserta jajarannya dalam upaya pencegahan karhutla ini,” tutur Willem saat berada di Jambi, Kamis (19/4/2018).

Dia menyampaikan, melalui pelatihan yang telah dilaksanakan, akan membuat para petugas pencegahan karhutla di lapangan ini menjadi lebih siap dalam menghadapi karhutla dan kemampuannya pun menjadi bertambah. Pasalnya, dalam pelatihan tentu ada kesiapan individu, perlengkapan peralatan, mekanisme serta Standard Operating Procedure (SOP).

“Hal terpenting diadakannya pelatihan ini adalah terbangunnya koordinasi dan integrasi yang baik sebagai upaya dalam melakukan pencegahan karhutla,” kata Willem.

Disamping itu, dia juga berpesan kepada masyarakat Jambi untuk tidak membakar hutan dan lahan karena banyak sekali dampak negatif yang timbul akibat dari kebakaran hutan dan lahan, yaitu dampak terhadap masyarakat, dampak terhadap ekonomi, dan dampak terhadap hubungan baik antar negara.

“Keberhasilan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan ini bukan hanya karena para aparat dan petugas saja, tetapi juga harus ada kerjasama yang baik dari masyarakat. Jadi sangat dibutuhkan kolaborasi yang baik antara Pemerintah, TNI/Polri dan masyarakat untuk mewujudkan semua itu,” pungkasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar, mengungkapkan, pelatihan pencegahan karhutla di Provinsi Jambi sangat penting, karena Jambi merupakan Provinsi yang rawan karhutla. “Kita tentu masih ingat, pada tahun 2015 yang lalu, Provinsi Jambi mengalami kabut asap yang sangat parah akibat dari karhutla ini,” ungkapnya.

“Alhamdulillah sejak kejadian itu sampai saat ini, tidak pernah lagi terjadi kabut asap seperti tahun 2015. Meskipun masih ada kebakaran hutan dan lahan,” sambung Fachrori.

Fachrori mengharapkan agar kedepannya tidak terjadi lagi kabut asap seperti yang sudah-sudah, apalagi dengan telah diselenggarakannya pelatihan dalam pencegahan karhutla. Jadi, apabila nantinya ada titik api (hot spot) yang berpotensi menimbulkan asap, bisa diatasi sedini mungkin oleh para petugas yang telah mendapatkan pelatihan, sehingga titik api tidak cepat menyebar dan kabut asap tidak terjadi.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena bisa mengakibatkan kabut asap yang sangat merugikan sekali, serta dampak negatif yang timbul dari kabut asap. Bukan hanya Jambi dan provinsi tetangga saja yang merasakan dampaknya, tetapi sampai kepada negara tetangga Singapura dan Malaysia pun ikut merasakannya. (Azi)

 

Leave a Reply