KPU Minta Liputan Pilkada Berimbang

Suasana media gatrhering KPU Jambi. Kabarserasan.com/azi

 

Jambi, Kabarserasan.com — Dalam pelaksanaan pilkada serentak 2018, tidak luput dari peran media massa. Namun, dalam peliputan di lapangan, media massa dinilai masih tebang pilih sehingga tidak seimbang dalam pemberitaannya.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu pembicara dari Komisioner KPU Provinsi Jambi, Desy Arianto pada acara “Sosialisasi Media Gathering Bawaslu Provinsi Jambi Tahun 2018” di Kantor Bawaslu Provinsi Jambi di kawasan Broni, Kota Jambi (13/4/2018).

Dia menilai, fakta media massa dalam meliput pemilu didominasi liputan di parpol besar, sedangkan parpol kecil sering dilupakan. “Media terjebak pada jargon “big name make big news”, tetapi melupakan prinsip keseimbangan dalam pemberitaan. Padahal, media massa harus berlaku adil,” urai Desy.

Selain itu, tegasnya, media massa sering terjebak pada visi misi masing-masing pasangan calon. Seperti yang terjadi di Kota Jambi, pasangan calon adalah dari petahana, yakni Syarif Fasha, walikota Jambi yang menjadi cawalkot nomor urat 2 dan Abdullah Sani, wakil walikota Jambi yang menjadi cawalkot nomor urat 1.

“Dalam setiap pemberitaan kebanyakan media massa terjebak pada pemuatan berita keberhasilan petahana, bukan visi misi paslon kedepan,” katanya.

Dia menyarankan, agar kiranya media massa juga memberikan porsi pemberitaan terkait program-program unggulan dari masing-masing paslon. “Pasalnya, masyarakat juga ingin mengetahui program unggulan apa yang dimiliki paslon sehingga masyarakat dapat menilai dan bisa mendukungnya,” ujar Desy.

Ungkapan senada diutarakan Afrizal, Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jambi yang menginginkan pemberitaan yang seimbang. Dia juga berharap media massa tidak membuat berita yang mengandung hoax (bohong) atau SARA.

“Hindari berita yang mengandung hoax dan SARA, karena bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan. Jaga pilkada serentak ini dengan situasi aman dan kondusif,” tukasnya.(Azi)

Leave a Reply