PT TeL PP di Demo

Masa dari FK-MRLB saat demo di depan Kantor Bupati Muara Enim. Kabarserasan.com/ans

Muara Enim, Kabarserasan.com — Puluhan warga yang tergabung Forum Komunikasi Masyarakat Rambang Lematang Bersatu (FK-MRLB), berunjuk rasa di halaman Kantor Bupati Muara Enim, Kamis (29/3/2018).
Warga dari Desa Banuayu, Lubuk Raman dan Kahuripan ini datang sekitar pukul 10.15 wib menggunakan sebuah bus AKDP dan beberapa minibus. Dengan membawa atribut berupa spanduk dan karton yang berisi keluhannya terhadap PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (TeL PP).

Ketua FK-MRLB Usman Firiansyah mengatakan, ada lima tuntutan yang mereka sampaikan pada aksi tersebut. Yakni menolak armada angkutan kayu lebih dari dua sumbu, melebihi tonase dan beroperasi disiang hari.

Pihaknya juga menuding PT Tel PP diduga membuang limbah cair yang mengandung kloren ke Sungai Lematang melalui pipa di bawah tanah dan limbah gas yang berbau sangat busuk.

“Kita juga menolak perekrutan tenaga kerja secara siluman dan melanggar aturan yang dilakukan PT TeL PP. Program CSR yang dilakukan PT TeL PP juga sama sekali tidak menyentuh kepentingan masyarakat dan kurangnya pemberdayaan pengusaha lokal,” ungkap Usman.

Usai melakukan orasi, sebanyak enam orang perwakilan demonstran diterima oleh asisten I Setda Muara Enim M Teguh mewakili Bupati Muara Enim.

Hasil pertemuan tersebut, Pemkab Muara Enim akab melakukan investigasi dan akan memanggil PT TeL PP dan perwakilan FK-MRLB untuk kembali dilakukan mediasi pada 9 April mendatang.

Saat dikonfirmasi mengenai tuntutan yang disampaikan pihak FK-MRLB, pihak PT TeL PP pun angkat bicara. Section Corporate Comunication PT TeL PP, Shinta mengatakan, isu limbah merupakan hal klasik yang terus diangkat karena keterbatasan informasi tentang pengelolaan limbah.

Menurut Shinta, PT TeL PP selama ini selalu berkomitmen dengan kepatuhan dalam semua operasionalnya, termasuk dalam pengelolaan limbah.

“Dalam hal ini PT TeL PP mematuhi dan menjalankan semua ketentuan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku di bawah pengawasan Badan Lingkungan Hidup dan Kementerian Lingkungan Hidup. Compliance (kepatuhan, red) dibuktikan dengan data-data dan verifikasi lapangan yang dilakukan secara ketat, terukur & teratur,” papar Shinta.

Mengenai angkutan kayu, Shinta mengatakan jika pihaknya sangat mematuhi aturan yang berlaku. “Dalam hal ini kami terus berkoordinasi dengan pihak transporter untuk mematuhi peraturan yg ditetapkan oleh pemerintah daerah,” lanjutnya.

Shinta juga mengatakan bahwa 70 persen karyawan PT TeL PP merupakan orang lokal. PT TeL PP ungkapnya, mempunyai succesion plan program. Program tersebut menaungi tenaga kerja lokal yang berpotensi, seperti program beasiswa, magang dan trainees.

“Hal ini menunjukkan tidak hanya dalam hal kuantitas, namun kualitas tenagakerja lokal juga sangat diperhatikan oleh PT TeL PP. Kita juga telah selesai merenovasi Learning Center yang ditujukan untuk meningkatkan aktivitas dan kualitas karyawannya,” imbuhnya.

Terkait program CSR, lanjut Shinta, PT TeL PP berkomitmen dengan pemberdayaan masyarakat. “Sampai dengan bulan Maret ini, sudah lebih dari 110 pemuda dikirimkan ke BBPLK Serang, Bandung dan Bekasi untuk mendapatkan keahlian di berbagai bidang. Dalam waktu dekat perusahaan juga akan meluncurkan program revitalisasi TPA di 8 desa di sekitar PT TeL PP yang mencapai sekitar 1000-an anak,” tukas Shinta.(ans)

Leave a Reply