Gubernur Zola: Saya Tidak Tahu Soal Uang Ketok Palu

Gubernur Jambi Zumi Zola menjadi saksi Sidang kasus suap RAPBD 2018 Provinsi. Kabarserasan.com/azi

Jambi, Kabarserasan.com — Sidang kasus suap RAPBD 2018 Provinsi Jambi dengan terdakwa Erwan Malik digelar di Pengadilan Tipikor Jambi di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, Rabu (14/3/2018).

Meski sempat molor dari jam yang ditentukan, akhirnya Gubernur Jambi Zumi Zola hadir untuk menjadi saksi dalam sidang tersebut.

Mulanya, JPU KPK Feby Dwiandospendy mempertanyakan adanya uang ketok palu pada pembahasan RAPBD 2018 lalu.

Dalam kesaksian tersebut, Gubernur Zumi Zola mengakui tidak tahu-menahu kenapa ada uang ketok palu pada pada pembahasan RAPBD 2018 Provinsi Jambi pada tahun lalu.

“Saya tidak tau kenapa itu terjadi. Saya sempat kaget pas terjadi OTT. Apalagi adanya persoalan suap RAPBD Provinsi Jambi 2018 dengan besaran Rp200 juta setiap anggota dewan tersebut,” tuturnya.

Menurut yang diketahuinya, ketika terjadi rapat paripurna pembahasan tersebut, banyak anggota dewan yang mangkir. “Anggota dewan tersebut tidak mau masuk dan banyak yang lambat,” jelasnya.

Atas kejadian itu, dirinya sempat melakukan konsultasi dengan Asrul yang belakangan diketahui orang dekatnya.

Beberapa waktu kemudian, mantan Plt Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik, sempat menghadap Gubernur untuk melaporkan adanya permintaan uang ketok palu.

“Pak Erwan ada menghadap ke saya sekitar Oktober tahun lalu dan melaporkan adanya permintaan tapi tidak secara jelas,” ungkap Zola di depan Ketua Majelis Hakim Badrun Ziani.

Selanjutnya, Jaksa KPK menyinggung soal adanya uang ketok palu dan fee proyek sebesar dua persen tersebut “Kalau mendengar langsung, tidak pak. Tapi soal proyek dua persen, serta uang sekitaran Rp200 Juta,” tandas Zola.

Selain Zumi Zola, saksi lain juga turut hadir yakni, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Syahbandar dan Amidi, Kepal Perwakilan Jambi di Jakarta.

Sementara, teman dekat Zola, Asrul tidak dapat hadir dengan alasan sakit. “Untuk saksi Asrul saat ini sedang sakit dan suratnya ada,” ungkap Jaksa KPK Febi Dwiandospendi. (Azi)

 

 

Leave a Reply