Harga Cabe Merah Meroket Jadi Rp50 Ribu Per Kilogram

Cabe mahal. kabarserasan.com

Tanjabtim, Kabarserasan.com — Sejak bulan Maret ini penikmat cabe merah harus menjerit. Betapa tidak, harga cabe merah di Pasar Tradisional Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi mengalami kenaikan drastis.

Dibandingkan awal tahun lalu, saat ini harga cabe tembus hingga Rp50.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga si merah ini hanya berkisar Rp38 ribu per kilogram.

Menurut pedagang cabe di Pasar Tradisional Tanjabtim, harga Rp50 ribu ini dinilai cukup fantastis sehingga para pedagang dan pembeli mengeluh atas kenaikan harga cabe.

Anto, salah seorang pedagang, menyebutkan bahwa kenaikan harga disebabkan tipisnya pasokan cabe merah. “Biasanya hal itu terjadi karena cuaca buruk di daerah pemasok,” jelasnya, Kamis (8/3/2018).

Sementara untuk cabe rawit, Rp35.000 ribu per kilogram atau sedikit naik dari awal Januari dan Februari lalu dengan harganya Rp30 ribu per kilogram.

“Sebelumnya harga cabe merah ini lumayan turun harganya mencapai Rp38 ribu per kilogram, hanya saja cabe rawit naik sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga cabe merah juga berimbas pada kenaikan harga cabai giling yang biasa digunakan untuk pembuatan gulai. Pasalnya, permintaan cabe giling memang cukup tinggi lantaran banyaknya olahan bumbu yang bisa dibuat dari cabe giling

“Benar cabai giling memang cukup tinggi permintaannya di pasar, karena cabe giling simpel dan tidak diolah lagi dibandingkan cabe merah sehingga cabe merah naik,” bebernya

Marni, salah satu pedang cabe merah juga mengakui, pembeli cabe merah biasanya banyak dibeli masyarakat. Namun, karena cabe merah harganya meroket, sehingga minat pembeli berkurang di pasar.

“Biasanya dari Kecamatan Dendang, Sabak Barat dan lain-lain banyak langganan yang membeli, tapi sejak naik sampai Rp50 ribu menjadi berkurang,” cetusnya.

Sementara itu, Anisa salah satu pembeli cabe merah dari Sabak Barat ikut mengeluh lantaran harga cabe merah cabe tidak sebanding dengan yang diharapkan.

“Kalau harga cabe merah Rp38 ribu, terkadang saya beli satu kilogram. Saat ini, karena cabe merah meroket naik hingga Rp50 ribu, saya hanya beli seperempat saja,” ungkapnya.

Saat ini, baik pedagang dan penikmat cabe merah harus merasakan pedasnya harga cabe merah. Tetapi, mereka berharap, agar pemerintah bisa memperhatikan lonjakan harga serta bahan pokok lainnya.

— Sejak bulan Maret ini penikmat cabe merah harus menjerit. Betapa tidak, harga cabe merah di Pasar Tradisional Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi mengalami kenaikan drastis.

Dibandingkan awal tahun lalu, saat ini harga cabe tembus hingga Rp50.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga si merah ini hanya berkisar Rp38 ribu per kilogram.

Menurut pedagang cabe di Pasar Tradisional Tanjabtim, harga Rp50 ribu ini dinilai cukup fantastis sehingga para pedagang dan pembeli mengeluh atas kenaikan harga cabe.

Anto, salah seorang pedagang, menyebutkan bahwa kenaikan harga disebabkan tipisnya pasokan cabe merah. “Biasanya hal itu terjadi karena cuaca buruk di daerah pemasok,” jelasnya, Kamis (8/3/2018).

Sementara untuk cabe rawit, Rp35.000 ribu per kilogram atau sedikit naik dari awal Januari dan Februari lalu dengan harganya Rp30 ribu per kilogram.

“Sebelumnya harga cabe merah ini lumayan turun harganya mencapai Rp38 ribu per kilogram, hanya saja cabe rawit naik sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga cabe merah juga berimbas pada kenaikan harga cabai giling yang biasa digunakan untuk pembuatan gulai. Pasalnya, permintaan cabe giling memang cukup tinggi lantaran banyaknya olahan bumbu yang bisa dibuat dari cabe giling

“Benar cabai giling memang cukup tinggi permintaannya di pasar, karena cabe giling simpel dan tidak diolah lagi dibandingkan cabe merah sehingga cabe merah naik,” bebernya

Marni, salah satu pedang cabe merah juga mengakui, pembeli cabe merah biasanya banyak dibeli masyarakat. Namun, karena cabe merah harganya meroket, sehingga minat pembeli berkurang di pasar.

“Biasanya dari Kecamatan Dendang, Sabak Barat dan lain-lain banyak langganan yang membeli, tapi sejak naik sampai Rp50 ribu menjadi berkurang,” cetusnya.

Sementara itu, Anisa salah satu pembeli cabe merah dari Sabak Barat ikut mengeluh lantaran harga cabe merah cabe tidak sebanding dengan yang diharapkan.

“Kalau harga cabe merah Rp38 ribu, terkadang saya beli satu kilogram. Saat ini, karena cabe merah meroket naik hingga Rp50 ribu, saya hanya beli seperempat saja,” ungkapnya.

Saat ini, baik pedagang dan penikmat cabe merah harus merasakan pedasnya harga cabe merah. Tetapi, mereka berharap, agar pemerintah bisa memperhatikan lonjakan harga serta bahan pokok lainnya. (azi)

 

Leave a Reply