Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan Putus Karena Berusia Tua

Pringsewu, Kabarserasan.com—Akses jalan menuju jembatan di desa Tajung Anom, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Rabu siang ditutup oleh warga setempat.

Jalan yang menghubungkan 2 kecamatan yakni Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Pagelaran, Pringsewu ini ambruk dan kini tidak bisa dilewati lagi. Bahkan kondisi jembatan ambruk tidak bisa dilewati oleh orang berjalan kaki karena kondisnya sangat membahayakan.

Salah satu warga di desa Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa mengatakan jembatan ini ambruk bukan karena diterjang bencana alam. Jembatan ambruk karena terjadi putus dibagian sambungan tali seling tengah jembatan.

Saat kejadian berlangsung, seorang warga bernama Misbah, warga Kuto Pengasih, desa Candi Retno, Pagelaran, yang kebetulan melintas menjadi korban luka. Beruntung saat kejadian korban sudah hampir sampai tepi ujung jembatan dan kendaraan sepeda motor yang ditumpanginya berhasil selamat.

Jembatan gantung yang terbuat dari kayu sepanjang lebih dari 80 meter ini dibangun oleh warga secara swayada pada tahun 1996 lalu dan belum pernah direnovasi. Jembatan dibangun untuk memudahkan akses warga antar kecamatan di lokasi ini.

Dampak jembatan putus ini, kini warga dan anak sekolah yang biasa melintas jembatan ini harus memutar hingga sepuluh kilo meter untuk sampai tujuan desa sebrang. Warga berharap kepada pemerintah setepat agar segera memperbaiki jembatan ini untuk memudahkan akses jalan mereka, termasuk mengeluarkan hasil bumi ke kabupaten. (ano)

Leave a Reply