Kenang 13 Tahun Tsunami, Mie Aceh Gratis di Bandar Lampung

Keramaian pelanggan di Kedai Mie Aceh milik Ismiyati/ Foto: ano

Bandarlampung, Kabarserasan.com—Bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh 13 tahun lalu, masih belum sirna dalam ingatan masyarakat di tanah air, terlebih warga Aceh, termasuk mereka yang kini tinggal di perantauan.

Di Bandar Lampung, Ismiyati, seorang pedagang mie Aceh, mengungkapkan rasa syukur atas keselamatan dan kelangsungan hidupnya pasca bencana tersebut, dengan menggratiskan makanan mie Aceh jualannya, bagi semua pelanggan yang datang, sepanjang Selasa (26/12/2017).

Menurut pedagang mie asal Aceh ini yang membuka kedai mie Aceh di jalan Kimaja, kawasan Way Halim, bandar lampung ini, dalam musibah bencana alam di tahun 2004 itu, ia kehilangan sebagian anggota keluarga dan harta bendanya. Namun menurutnya, hidup harus terus berjalan, dan bencana tersebut ia ambil saja hikmahnya.

“Karena itu sebagai ungkapan syukur kami telah selamat dan kembali bisa hidup normal di perantauan ini, saya menggratiskan mie Aceh jualan saya ke semua pelanggan. Untuk mengenang peristiwa tersebut salah satu menu jualan saya beri nama Mie Tsunami, dan ternyata paling diminati pelanggan,” kata Ismiyati.

Para pelanggannya mengaku kaget sekaligus gembira saat mengetahui sang penjual hari itu menggratiskan jualannya kepada mereka. “Ya tentu saja senang digratiskan. Mie Tsunami memang enak, saya sering ke sini,” ujar Anggun, salah seorang pelanggan yang datang Selasa siang itu.

Bencana tsunami Aceh 13 tahun lalu, menelan banyak korban jiwa hingga mencapai ribauan orang. Selain itu, sejumlah rumah warga dan bangunan fasilitas sosial sampai jalan raya, banyak yang hancur diterjang badai tsunami. (ano)

Leave a Reply