Tak Kebagian Bahan Pokok dalam Operasi Pasar, Warga Kota Muara Enim Kecewa

Operasi Pasar Pemkab Muara Enim.

Muara Enim, Kabarserasan.com — Pemkab Muara Enin bekerjasama dengan Perum Bulog Sub Divre Lahat menggelar operasi pasar di di Pasar Mambo II , Kota Muara Enim, Selasa (19/12/2017).

Namun sayangnya, operasi pasar yang menjual bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng dan terigu tersebut dinilai kurang sosialisasi. Hal ini dikeluhkan warga Kota Muara Enim.

“Saya tidak tahu ada operasi pasar. Kalau saya tau, pasti saya akan berbelanja disana. Karena pasti harganya lebih murah dan stok yang diberikan sudah disiapkan cukup banyak,” kata Pratiwi (31) warga Talang Jawa, saat diwawanarai di lokasi.

Dirinya mengeluh karena terlambat mendapat informasi dan tidak mendapatkan apa apa saat ke lokasi. “Saya dapat info dari tetangga, waktu saya ke sini sudah habis barang barangnya,” tukasnya.

Dari para pembeli, lanjut Pratiwi, kebanyakan pedagang pedagang yang ada disekitar lokasi. “Wajar kalau kami tidak kebagian. Selain infonya tidak ada, yang beli kebanyakan pedagang,” keluhnya.

Dari pantauan Kabarserasan di lapangan, operasi pasar dilaksanakan sejak pukul 8:30 wib langsung diserbu masyarakat Muara Enim. Namun, dalam sekejap pula, barang yang dijual pihak Bulog sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) bahkan lebih rendah cepat sekali ludes.

Kabid Tata Kelola Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Muara Enim, Wartini mengatakan gelar operasi pasar sebagai upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok yang berpotensi naik diakhir tahun dan informasi oprasi pasar ini sudah di sampaikan kepada pihak Kecamatan.

“Operasi pasar digelar dalam rangka mengantisipasi terjadinya kenaikan harga menjelang akhir tahun. Mengenai informasi, sudah kami sampaikan. Dan maaf bagi warga yang tidak kebagian,” ujarnya.

Baca Juga: Cegah Kenaikan Beras, Pemprov Jambi Gelar Operasi Pasar

Adapun bahan sembako dijual dengan harga HET, Seperti beras jenis medium dijual Rp8.100/kg, Gula pasir dijual Rp11.500, minyak goreng dijual Rp11.000/liter, dan terigu dijual Rp8500/kg.

Menurutnya, harga sembako yang dijual lebih murah dari harga jual dipasaran. “Selisihnya kurang lebih Rp1000 sampai Rp2000,” terangnya.

Wartini menambahkan, operasi pasar yang digelar sasarannya bukan cuma warga miskin namun seluruh masyarakat. Karena itu, pihak Bulog menyediakan stok cukup banyak yakni beras sebanyak 4860 kg, Gula sebanyak 70 kg, Minyak goreng sebanyak 64 liter dan terigu sebanyak 24 kg.

Sementara salah seorang pembeli, Susi (50) warga kecamatan Muara Enim yang mendapatkan barang belanjaan mengaku cukup terbantu dengan adanya operasi pasar yang digelar pemerintah. Momen operasi pasar dimanfaatkannya untuk membeli beras yang menurutnya dijual lebih murah ketimbang harga dipasar.

“Saya cuma beli beras karena harganya lumayan murah, kualitas berasnya juga medium jadi lebih enak ketimbang beras raskin,”pungkasnya.

Penulis: Khairul Amri
Editor: Amr

Leave a Reply