Cegah Karhutla, MHP Prakarsai Kelompok Masyarakat Pedui Api

Pelatihan cegah kebakaran bagi kelompok MPA. Kabarserasan.com/amr

Muara Enim, Kabarserasan.com — PT Musi Hutan Persada memprakasai pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kelompok ini mendapatkan pelatihan mengenai cara cara dan langkah pertama mengatasi kebakaran lahan yang kerap terjadi di wilayah indonesia kgususnya hutan hutan di Sumatera Selatan.

Manager Fire Protection Ir. Chandralika didampingi Fire External&Communication Head Alioeng Bararata Sakti.SH menjelaskan, kegiatan ini adalah merupakan agenda dari Divisi Fire Protection yang kali ini dilaksnaakan di Desa Gemawang Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim selama dua hari, 14-15 Desember 2017.

Kegiatan ini adalah bentuk kerjasama antara PT. Musi Hutan Persada dengan Desa Gemawang dalam hal pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Alioeng, Jumat (15/12), disela memberikan pelatihan kepada kelompok MPA.

” Musim hujan ini sengaja kita manfaatkan untuk melakukan pelatihan guna meningkatkan kemampuan anggota kelompok Masyarakat Peduli Api. Dan pada saat diperlukan pada musim kemarau mereka sudah siap dan mengerti,” ujar Alioeng, Jumat (15/12), disela memberikan pelatihan kepada kelompok MPA.

Menurutnya, MHP sangat concern terhadap hal ini, dan sangat mendukung kebijakan pemerintah tentang larangan membuka kebun dengan cara membakar seperti yg tercantum dalam Maklumat Bersama Gubernur, Kapolda dan Pangdam tentang Larangan Pembakaran Hutan,Lahan atau Ilalang/Semak Belukar.

Alioeng menuturkan, kelompok ini sudah terbentuk sejak tahun 2016 dan sudah dirasakan sangat bermanfaat.

Adapun sistem mekanisme dari kelompok MPA ini adalah saling memberikan informasi yg dalam hal ini apabila masyarakat mengetahui/mendapati ada kebakaran masyarakat segera menghubungi pihak PT.MHP.

“Kemudian kita sama-sama menuju ke titik api,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, di desa sudah dibuatkan Posko MPA yang dapat difungsikan sebagai tempat berkumpul para anggota dan sudah di berikan fasilitasi dengan peralatan.

“Kedepan harapan kami agar kerjasama ini bisa terus terjalin dengan baik dan upaya kita semua untuk menjaga dan melindungi hutan dari bahaya kebakaran bisa terwujud demi menciptakan hutan yang lestari,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gawang Hardi mengaku senang dan mengapresiasi diadakannya pelatihan ini.

” Dengan Kegiatan ini masyarakat menjadi tahu dan menambah wawasan serta memahami bahwa sudah ada larangan membuka kebun dengan cara dibakar. Karena selain merusak lingkungan hal tersebut juga melanggar undang-undang serta ada sanksi hukumnya,” kata Hardi.

Menurutnya, pemahaman seperti ini yang masih kurang diketahui masyarakat. ” Dengan adanya kelompok ini, maka masyarakat menjadi paham dan sadar akan kerugian dan bahaya yang dilakukan bila hal itu terjadi,” ujar Hardi, Jumat (15/12).

Penulis: Khairul Amri
Editor: Amr

Leave a Reply