Lumpuh, Remaja Ini Butuh Bantuan Biaya Berobat

Nursela, menderita lumpuh sejak usia 7 bulan. Kabarserasan.com/azi

Muarojambi, Kabarserasan.com — Nursela, seorang remaja perempuan berusia 13 tahun, asal Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi kondisinya sangat memprihatinkan.

Selain mengalami lumpuh sejak usia tujuh bulan, Nursela acapkali ditinggal Ade Ratnasari (38) ibunya untuk bekerja.

Ade mengaku, dirinya terpaksa meninggalkan anaknya di rumah untuk bekerja dari pagi hingga malam hari.

Menurut Ade, awalnya Nursela lahir dalam kondisi normal. Kelainan mulai terjadi saat Nursela menjalani imunisasi di usia tujuh bulan.

“Waktu lahir normal. Setelah disuntik imunisasi di usia tujuh bulan, Nursela sering kejang-kejang. Selain kejang, Sela juga sering demam panas tinggi,” katanya, Sabtu (2/12/2017).

Usaha untuk mengobati anak tercintanya terus dilakukan demi kesembuhannya.

“Kala itu, kondisi Nursela sempat membaik, namun tidak bertahan lama. Tubuhnya kembali demam tinggi dan kondisinya semakin memburuk,” ujar Ade.

Akibatnya, berpengaruh pada pertumbuhan Nursela lainnya, yaitu kaki dan tangannya mengecil.

Bila dihitung, sudah berkali-kali Ade membawa anaknya he rumah sakit, baik milik pemerintah atau swasta. Namun, ikhtiarnya masih belum menampakkan hasil.

“Sudah sering saya bawa berobat ke rumah sakit. Semua upaya sudah saya lakukan untuk mengobati Sela. Tapi tak kunjung sembuh. Lagipula kalau berobat inap, terus terang saya tidak punya uang untuk bayar rumah sakitnya,” ucap Ade Ratna.

Sejak menjadi janda, ibu dua orang anak ini harus banting tulang sebagai buruh cuci pakaian.

“Untuk biaya makan sehari-hari, cukuplah. Termasuk untuk biaya anak keduanya, Mesia yang duduk di kelas 2 SD,” imbuhnya.

Hanya saja, untuk biaya pengobatan kesembuhan Nursela, Ade Ratnasari berharap ada uluran dana dari pemerintah daerah dan masyarakat.

“Saya prihatin dengan kondisi anak saya. Semoga saja ada orang dermawan yang membantu biaya pengobatan kesembuhan anak saya,” harapnya.

Penulis: Azhari
Editor: Amri

Leave a Reply