Polda Jambi Tilang 15.410 Pelanggar Lalulintas

Anggota Satlantas Polda Jambi dengan salah seorang pelanggar lalulintas. Kabarserasan.com/azi

Jambi, Kabarserasan.com – Operasi Zebra 2017 sudah selesai dilaksanakan. Selama 14 hari pelaksanaan tersebut, dari tanggal 1-14 November, Ditlantas Polda Jambi harus menilang 15.410 pelanggaran di wilayah hukum Polda Jambi.

Sedangkan kecelakaan lalulintas sebanyak 28 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 8 orang, luka berat 10 orang dan luka ringan sebanyak 31 orang. Sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp117 juta.

Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi, kegiatan penegakan hukum salah satunya dengan memberikan tilang terhadap pelanggaran lalulintas baik kepada pengemudi/penumpang sepeda motor yang tidak memakai helm, tidak menyalakan lampu utama (light on) baik pada siang maulun malam hari.

Penindakan lainnya, sepeda motor dengan spion yang tidak lengkap, TNKB/plat nomor polisi yang tidak sesuai ketentuan juga terhadap pelanggaran rambu rambu lalulintas, penggunaan rotator/strobo dan lain lainnya.

“Tilang terbanyak ada di Polresta Jambi, yakni 2.609, Ditlantas Polda Jambi 2.018, dan Polres Bungo 1.792,” katanya, Rabu (15/11/2017).

Tresnadi menambahkan, untuk jumlah kecelakaan lalulintas selama Operasi Zebra 2017, peringkat terbanyak di Polresta Jambi, yakni 11 pelanggaran, korban meninggal dunia (MD) sebanyak 2 orang, luka ringan (LR) 14.

Di polres jajaran, peringkat dua pelanggaran lalulintas Polres Muarojambi sebanyak 7, MD 1, LB 2, LR 11. Polres Tanjabbar 3, MD 2, LB 1 dan LR 4.

Sementara hasil analisa dan evaluasi (anev) Operasi Zebra 2016 dibandingkan dengan Operasi Zebra 2017, data pelanggaran di Polda Jambi mengalami peningkatan.

Menurut Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Didik Mulyanto, pelanggaran lalu lintas di Polda Jambi, tilang 2016 sebanyak 9.991 dan tahun 2017 ada 15.410 pelanggaran. Berarti naik 54 persen.
Data lainnya, teguran 2016 : 142, 2017 : 610, naik 330 persen. Jumlah 2016 : 10.133, 2017 : 16.020, naik 58 persen.

Berikutnya data kecelakaan lalu lintas dengan jumlah kejadian di tahun 2016 : 35, 2017: 28, turun 20 persen.

Untuk korban meninggal dunia 2016 :15, 2017 :8, turun 47 persen. Sedangkan korban luka berat tahun 2016 : 13, 2017 : 10, turun 23 persen.

Data korban luka ringan 2016 : 38, 2017 : 31, turun 18 persen. Sementara kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas menurun 34 persen, bila tahun 2016 sebesar Rp269.550.000, tahun 2017 senilai Rp177.100.000.

Selain itu, Operasi Zebra ini dimaksudkan sebagai langkah awal untuk mengkondisikan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Didik berharap agar para pengemudi kendaraan bermotor semakin lebih berbudaya tertib berlalulintas sehingga kecelakaan lalulintas bisa berkurang. Artinya, semakin berbudaya, maka semakin tertib dan semakin selamat.

“Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan. Lita mulai dari Jambi ini untuk menuju Indonesia yang lebih tertib dan lebih selamat,” tegas Dirlantas.

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply