Baku Tembak Dengan Polisi, Seorang Begal Sadis Tewas

Jenazah tersangka begal sadis di Bandar Lampung dibawa ke rumah sakit/ Foto: ano

Bandarlampung, Kabarserasan.com—Seorang pelaku begal yang terkenal sadis dan telah lama menjadi target penangkapan polisi, Rabu (01/11/2017) petang tewas terkapar setelah ditembus peluru polisi.

Menurut polisi, pelaku bernama Putra (24 tahun) ini sempat terlibat baku tembak dengan polisi yang hendak menangkapnya, yang bersama dua rekannya melarikan sepeda motor rampasannya. Dua rekan pelaku, satu orang berhasil ditangkap, seorang lainnya kabur.

Direktur Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Heri Sumarji mengatakan, kejadiannya bermula saat polisi yang mendapat laporan adanya pembegalan, langsung melakukan pengejaran terhadap Putra dan dua rekannya.

“Saat di tempat kejadian, laju kendaraan yang dibawa pelaku terhenti karena jalan yang dilalui sedang melintas kereta api. Polisi yang berada di belakangnya pun langsung mengepung, namun para pelaku melakukan perlawanan dengan senjata api, hingga terjadi baku tembak,” ujar Heri, menjelaskan.

Dalam baku tembak itu, Putra tersungkur setelah sebutir peluru polisi bersarang di tubuhnya. Dua rekannya berusaha kabur, tapi salah seorang dari mereka berhasil dibekuk petugas. Dalam penangkapan ini polisi mengamankan sepeda motor yang dirampas.

Seorang pelaku yang berhasil kabur, kini dalam pengejaran. Polisi mengaku telah memiliki data ciri yang bersangkutan.

Tindakan tegas menembak mati pelaku begal ini, merupakan yang pertama kali terjadi sejak polda Lampung dipimpin Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo. Di masa Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno, tercatat sebanyak tujuh pelaku begal, tewas ditembak, karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap

Kasus pembegalan di Provinsi Lampung memang marak dan pelakunya terkenal sadis, membuat resah banyak warga masyarakat. Itu sebabnya, polisi sampai harus bertindak tegas, bahkan menembak mati.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Deden Heksa Putra, bahkan akhirnya dicopot dari jabatannya, karena dianggap melanggar kode etik satuannya, saat berfoto di depan lima mayat begal, yang sempat viral di media social dan menjadi perbincangan nasional. (ano)

Leave a Reply