Janda Tua Miskin Urus Anaknya yang Sakit Jiwa

Mbah Iyem dan anaknya di rumah mereka di Lampung Selatan/ Foto: ano

Kalianda, Kabarserasan.com—Sebuah ironi terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Di tengah gembor-gembornya pemerintah daerah setempat mengklaim berhasil mengatasi kemiskinan, terdapat seorang janda tua berusia 100 tahun, hidup miskin dan hidup bersama seorang puteranya yang mengalami gangguan jiwa.

Wanita bernama Geliem, dan oleh tetangganya dipanggil Mbah Iyem ini, tinggal di rumah gubuk berukuran 4×8 cm di Desa Jati Indah, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Usianya yang kini genap 100 tahun, masih harus berjuang keras menghidupi diri dan anaknya, Ngadimun (35 tahun).

Mbah Iyem yang sudah berusia 100 tahun/ Foto: ano

Tak ada listrik, lantai tanah dan dinding rumahnya terbuat dari papan yang mulai melapuk. Untuk hidup, Mbah Iyem hidup dari bantuan tetangga, dan untuk masak ia mengandalkan ranting kayu yang ia cari sendiri di perkebunan warga sekitar.

Tak banyak informasi yang didapat tentang wanita tua dan anaknya ini, karena Mbah Iyek sudah pikun. Dari tetangganyalah diperoleh informasi, bahwa selain Ngadimun, ia masih mempunyai dua anaknya yang lain, yang Mbah Iyem sendiri sudah lupa nama dan tempat tinggalnya, karena tak tinggal bersama dan jarang mendatanginya.

Karena kehidupannya yang miskin pula, Mbah Iyem membiarkan saja hidup Ngadimun dalam kondisi sakit jiwa, tak ada upaya mengobati, penyakit yang menurut tetangga sudah dialami pemuda ini sejak tujuh tahun terakhir.

“Kasihan sekali. Kami tetangga suka bantu, tapi ya tidak bias lebih kecuali memberinya makan. Karena untuk perobatan anaknya entu saja membutuhkan biaya besar. Kami berharapperhatian pemerintah atau ada dermawan yang mau membantu mereka ini,” ujar Lasmini, salah seorang tetangganya.

Kemiskinan yang dihadapi Mbah Iyem dan anaknya, memang luput dari perhatian pemerintah setempat, karena menurut sejumlah tetangga, wanita tua dan anaknya ini tak pernah mendapat bantuan. Padahal, kenyataan ini ada di tengah Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengklaim sudah berhsil mengatasi kemiskinan di wilayahnya. (ano)

Leave a Reply