Polisi di Kota Baturaja Ini Dirikan TPA Alquran

Brigadir Deni sedang mengajar santrinya/ Foto: wan

Baturaja, kabarserasan.com—Yang dilakukan seorang polisi anggota Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan ini, bisa menjadi inspirasi, bahwa memberi pendidikan kepada generasi muda, tidak mesti dilakukan seorang guru formal.

Brigadir Deni Arfan, di sela-sela kesibukannya sebagai polisi, menyempatkan diri membagikan ilmu baca tulis Alquran kepada warga masyarakat sekitar, khususnya di kalangan anak-anak, di Desa Sakaraya, Kota Baturaja, OKU.

Mengaku prihatin dengan banyaknya anak-anak di lingkungan sekitar tempat tinggalnya tidak bias membaca Alquran, Deni kemudian mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPA) secara swadaya, dengan mengambil salah satu ruang di rumahnya sendiri, sebagai tempat belajar.

Deni kemudian menamakannya TPA Kamtibmas Al Ikhlas. Kamtbmas, menurutnya, karena pendirian TPA ini memang juga dimaksudkan sebagai upayanya bermasyarakat dengan lingkungan sekitar, sedang Al Ikhlas karena ia melakukan kegiatan social ini dengan ikhlas, santrinya tidak dikenakan kewajiban membayar, alias gratis.

“Karena saya prihatin melihat anak-anak di sekitar rumah tidak dapat mengaji, dan lebih banyak menghabiskan waktu saat maghrib dengan terus bermain. Karena itu saya mendirikan ini, mengambil tempat seadanya di rumah saya, tapi lumayan untuk belajar,” ujar Deni, ketika ditemui Senin (16/10/2017) .

Kalangan orang tua santri tentu saja sangat senang dengan prakarsa pendidikan agama yang dilakukan anggota polisi di lingkungan tempat tinggal mereka ini. Tidak saja sangat membantu pendidikan agama mereka, tetapi menjadi lebih akrab dengan personel aparat keamanan ini.

“kami tentu sangat senang, anak kami bias diajari cara menulis dan membaca Alquran karena selama ini memang anak-anak di libgkungan sini hanya belajar jika diajari orang tua masing-masing,” kata Lastri, salah satu orang tua santri.

Sejak TPA ini didirikan satu tahun lalu santri yang menjadi murid Deni terus bertambah dan kini telah berjumlah 50 orang. Deni sendiri sejauh ini masih bias menangani kegiatan itu di sela-sela kesibukannya sebagai polisi. (wan)

Leave a Reply