Wabup PALI Andreas Lacony: TMMD Wujud Manunggal TNI dan Rakyat

Wabup PALI Andreas Lacony bersama Dandim 04/04 Muara Enim Letkol Inf Teadi Aulia saat Pembukaan TTM ke 100. Kabarserasan.com/Herman

PALI, Kabarserasan.com- Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 100 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihadiri jajaran anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ada di Komando Distrik Militer (Kodim) 0404-Muara Enim.

Selain itu, hadir pula dari Organisasai Perangkat Daerah (OPD), Instansi Polri, Security, Pelajar, serta anggota Pramuka, dan sejumlah organisasi lainnya, dalam pembukaan TMMD yang berpusat di lapangan Gelora November Pendopo kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI, Rabu (27/09/2017).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati PALI, Ferdian Andreas Lacony SKom MM.

Dalam sambutannya Wabup berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pembangunan di Bumi Serepat Serasan dan meningkatkan kesadaran kepedulian terhadap sesama.

“Ini merupakan salah satu wujud kegotong royongan antara TNI dengan rakyat. Masyarakat pun ikut terlibat dalam pembangunan,” kata Andreas Lacony.

Dia mengungkapkan, program ini sangat luar biasa dari dari TNI. Dia mengharapkan agar masyarakat PALI kita juga mendukung penuh kegiatan ini.

Ferdian juga sangat mengapresiasi kegiatan yang langsung bersentuhan pada masyarakat tersebut. dan ia berharap tahun depan juga dapat gelar Kembali di PALI.

“Kami mewakili pemerintah sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh prajurit TNI, terkhusus pada seluruh anggota Kodim 0404 yang turun langsung dalam kegiatan tersebut. Kita juga berharap agar tahun depan kegiatan ini dapat dilakukan lagi di kabupaten yang kita cintai ini,” tambahnya

Sementara Komandan Distrik Militer (Dandim) 0404 Muara Enim, Letkol (Inf) Teadi Aulia menerangkan, untuk anggaran yang dikucurkan dalam kegiatan ini mencapai Rp 3 Miliar yang digunakan untuk pembangunan fisik dan non fisik.

“Kalau untuk fisik kita melakukan pelebaran jalan sepanjang 5 kilometer dengan lebar 10 meter, pembangunan gorong-gorong 2 unit, bat cover (jembatan) 2 unit, pembuatan dan perehapan musolah 2 unit, bedah rumah 3 unit, MCK 4 unit dan Sumur bor 2 unit,” jelasnya.

Sedangkan untuk pembangunan non fisik, tambahnya, ada dua kegiatan. “Yang pertama kita lakukan kegiatan penyuluhan, seperti bahaya narkoba, kesadaran kebangsaan, pertanian dan pendidikan. Dan yang kedua yaitu melakukan bakti sosial, seperti pembagian sembako, pasar murah, donor darah, sunatan masal dan kegiatan lainnya.”

Letkol Teadi juga menegaskan, bahwa sasaran kegiatan TMMD ini adalah membangun masyarakat, dan untuk mengembalikan budaya masyarakat yang dulu, yaitu gotong royong. Serta mengajak masyarakat untuk membangun daerahnya masing-masing.

“Perlu kita ingat, pada zaman dahulu bangsa ini ditakuti karena sifatnya yang kebersamaan dengan masyarakat, artinya kita ditakuti negara lain karena kita saling membantu dan gotong-royong, ini yang jangan sampai ditinggalkan,” harapnya.

Kemudian untuk personil, lanjut Teadi, dari TNI berjumlah 150 orang, yang terdiri dari 110 anggota dari Yonif 141, ada juga dari angkatan laut dan udara, dan juga dari kepolisian. “Ada juga tim-tim penyuluhan dari dinas atau instansi terkait,” pungkasnya.

Penulis: Hermansyah
Editor:Amr

Leave a Reply