Diangkat Jadi Kepsek, Mantan Napi Kasus Pelecehan Seksual Diprotes Warga

Ilustrasi

Merangin, Kabarserasan.com – Pasca pelantikan puluhan Kepala Sekolah (Kepsek) di Lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merangin, Jambi menuai polemik.

Pasalnya, beberapa sekolah menolak penempatan salah seorang kepala sekolah baru tersebut.

Seperti yang terjadi di Desa Karang Anyar, Kecamatan Pamenang Barat, warga menolak kedatangan kepsek baru untuk memimpin sekolah dasar (SD) yang ada di desa tersebut.

Hal itu bukan karena alasan. Menurut warga, Kepsek yang baru dilantik tersebut, merupakan mantan napi kasus pelecehan seksual.

Penolakan warga tersebut disampaikan dengan melayangkan surat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin. Warga khawatir kepemimpinan kepsek baru tersebut mempengaruhi nama baik sekolah.

Sekretaris Daerah, Kabupaten Merangin Sibawahi saat dikonfirmasi terkait hal ini tak memungkiri hal itu. Dia membenarkan bahwa ada surat masuk dari warga Karang Anyar yang ditujukan kepada dirinya.

Dalam surat tersebut, ujarnya, mereka mempertanyakan diangkatnya Dia menjadi kepala sekolah?

“Ya ada surat dari warga Karang Anyar yang menolak Kepsek baru di desa mereka. Bahasa warga sangat halus. Dimana warga mempertanyakan, kenapa mantan napi kasus pelecehan diangkat menjadi kepsek di desa mereka,” katanya.

Selanjutnya, terhadap kejadian ini, pihaknya akan mempertimbangkan dan kosultasi dengan bupati terlebih dahulu.

Diakuinya, memang Kepsek yang disebutkan warga itu dulu pernah terjerat kasus pelecehan dan telah selesai menjalani hukuman.

“Kalau saya secara pribadi, hal seperti itu memang tidak layak,” tegas Sibawahi, Rabu (2/7/2017).

Sekda juga menjelaskan, saat pelantikan puluhan kepsek beberapa waktu lalu, dirinya memang tidak dilibatkan. Sebab siapa yang akan dilantik, ditentukan oleh dinas pendidikan yang telah melakukan penilaian.

“Itu kita lakukan karena memberikan otonomi ke dinas pendidikan,” ungkapnya.

Terpisah Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin M Zubir mengaku, belum mendapat kabar adanya penolakan oleh warga Karang Anyar.

Namun jika memang ada penolakan dari warga dengan alasan seperti itu, pihaknya akan mempertimbangkannya.

“Saya belum tahu. Kalau memang ada kami akan bicarakan dengan bupati terlebih dahulu,” ujarnya singkat.

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply