Crane LRT Ambruk, Mabes Polri Usut Terjunkan Puslabfor

Lokasi ambruknya crane LRT diberi garis polisi/ Foto: wan

Palembang, Kabarserasan.com—Mabes Polri langsung menerjunkan petugas dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk mengetahui lebih pasti, penyebab ambruknya alat crane proyek Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Selasa (01/08/2017) dini hari.

Selasa siang atau beberapa jam setelah peristiwa terjadi, tim Puslabfor Mabes Polri Cabang Palembang sudah berada di lokasi, di Kawasan jakabaring, Kota Palembang. Akibat ambruknya crane ini, empat rumah warga sekitar tertimpa dan rusak berat.

Tim Puslabfor yang terdiri dari empat orang ini langsung melakukan pemeriksaan terhadap crane dan gerder LRT yang ambruk, untuk mendapatkan data teknis penyebab kejadian, meski kuat dugaan karena kondisi tanah di kaki alat tersebut yang amblas.

“Kita masih mengumpulkan data-data di lapangan ya, jadi belum bias mengambil kesimpulan. Nanti kalau sudah jelas masalahnya akan diinformasikan ke media, mungkin pecan depan” ujar Kasubdit Forensik Fisika dan komputer Cabang Palembang, AKBP Khadafi

Dari Polresta Palembang diperoleh keterangan, sedikitnya 12 karyawan PT Waskita Karya (WK) sebagai perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek LRT ini, di hari kejadian langsung menjalani pemeriksaan. Lokasi crane jatuh, sementara waktu diberi garis polisi.

“Ke 12 orang yang kita mintai keterangan adalah mereka semua karyawan perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek LRT itu da nada di lokasi saat kejadian. Kita akan mintai keterangan, dari sana kita harapkan dapat gambaran soal sebab kejadiannya” kata Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintoro, menjelaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya di media ini (Baca: Crane LRT di Palembang Ambruk), akibat ambruknya crane ini tujuh orang warga penghuni empat rumah yang tertimpa—tiga dewasa dan empat anak-anak, mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit. Soal siapa yang bertanggungjawab, sampai kini masih terus didalami pihak kepolisian. (wan)

Leave a Reply