Lahan Padi Banyak Jadi Kebun Sawit, Jambi Kekurangan Beras

Beras_bulog

Jambi, Kabarserasan.com — Ketersediaan beras saat ini di Jambi cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, tidak bisa mengandalkan beras dari wilayah penghasil beras dari Jambi bisa kurang. Bahkan bisa dibilang Jambi minus beras.

Hal ini ditegaskan Kabid Pelayanan Publik Bulog Provinsi Jambi Saidi saat berbincang dengan media online ini akhir pekan lalu di ruang kerjanya.

Bagaimana tidak, ketersediaan beras khusus untuk Jambi harus dikirim dari Bulog DKI dan Jawa Tengah. “Daerah yang surplus beras harus mengirim yang minus,” katanya.

Menurutnya, stok tiga bulan kedepan, Bulog Jambi hanya memiliki 2.000 ton beras yang ada di gudang Bulog. Padahal, kebutuhan beras akan beras sejahtera (rastra) di Jambi 2.000 ton setiap bulannya.

“Karena itu, kita (Bulog Jambi) butuh beras dari daerah yang surplus. Saat sudah dalam pengiriman 6.000 ton, yakni dari DKI 4.000 ton dan Jawa Tengah 2.000 ton. Sehingga menjadi 8.000 ton,” ungkap Saidi.

Sebab-sebab Jambi mengalami minus beras, terangnya, harga beras di Jambi cukup tinggi. Selain itu, jumlah areal persawahannya mulai berkurang dan berubah menjadi lahan perkebunan sawit.

“Lihatlah daerah lumbung padi yang pernah ada, seperti di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur dan Kerinci, lahan padi masyarakat sudah berganti menjadi lahan sawit. Makanya, Jambi menjadi minus beras,” tutur Saidi.

Agar Jambi tidak minus beras, Dia menyarankan, adanya peran pemerintah untuk mengalokasikan daerah yang memproduksi padi, agar jangan dialihkan fungsi ke lahan sawit.

“Harus ada program menambah cetak sawah baru dari sekarang. Dengan demikian di masa mendatang Jambi tidak lagi minus beras,” tukas Saidi.

Namun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan beras. Disamping dalam perjalanan beras sebanyak 6.000 ton, pihaknya diakhir Agustus ini sudah mengusulkan penambahan beras lagi.

“Kita sudah usulkan dari sekarang. Karena yang 6.000 ton itu untuk stok tiga bulan ini, sedangkan yang diusulkan akhir Agustus untuk stok hingga Desember mendatang,” urainya.

Nantinya, lanjut Saidi, stok beras yang ada ini, juga diperuntukkan ke seluruh kabupaten di Jambi kecuali Kerinci. “Kalau Kabupaten Kerinci, stok berasnya didistribusikan dari Bulog Sumatera Barat.”

“Kita harus mengusulkan dari jauh- jauh hari, karena perjalanan dari Jawa ke Jambi jauh. Yang jelas Bulog harus memiliki stok beras untuk tiga bulan kedepan,” imbuh Saidi.

Baca Juga: Gubernur dan Kapolda Jambi Sidak Gudang Bulog

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply