Buntut Tabrak Lari Truk Batubara, Warga Tanjung Raman Hadang Angkutan Batubara

Masyarakat Tanjung Raman melakukan aksi penghadangan terhadap Angkutan Batubara

Muara Enim, Kabarserasan.com — Kecelakaan yang terjadi pada Rabu (19/7/2017) lalu antara dump truck angkutan Batubara kosong dengan sepada Motor Juviter Z warna biru nopol BG 2145 OF di Desa Lembak yang menyebabkan M Reza Alkahfi (20) tewas masih berbutut panjang.

Keluarga korban bersama masyarakat Desa Tanjung Raman melakukan penghadangan terhadap angkutan batubara yang melintas di daerah itu.

Penghadangan dilakukan pihak keluarga korban untuk menuntut pihak angkutan batubara agar bertanggung jawab.

” Kami minta pihak angkuran batubara bertanggungjawab atas kejadian yang menyebakan anak saya meninggal dunia. ,” kata Faisal yang merupakan ayah kandung Reza, Jumat (28/07/2017) sore.

Menurut Reza, pihak anggkutans seperti tidak ada niat baik untuk menyelesaikan permasalahan ini. ” Sejak perisiwa kecelakaan itu, belum ada kesepakatan dengan pihak anggkutan batubara itu,” tutur Faisal.

Dia mengakui, memang pernah datang utusan dari pihak asosiasi angkutan untuk menyelesaikan, namun belum ada titik temu.

” Selain kami masih dalam keadaan berkabung , mereka juga hanya ingin memberikan santunan sebesar Rp 5 juta rupiah dan juga di tambah yang pemilik kendaraan sebesar Rp 25 juta , apa hanya segitu harga nyawa anak saya?’ ujar Faisal dengan nada sedih.

” Anak kami tidak ada harga kalau di nilai dengan uang, kami minta niat baik mereka untuk penyelesaian dan tanggung jawab atas musibah anak kami tersebut.” imbuhnya.

Sementara itu Amirhan (48) Warga Tanjung Raman yang juga merupakan keluarga Korban mengatakan, tidak akan berhenti melakukan aksi penyetopan ini kalau belum ada kesepakatan antara keluarga korban dengan pihak angkutan Batubara.

” Kami melakukan aksi ini sebagai bentuk solidaritas kami selaku keluarga dan masyarakat Tanjung Raman, kami akan terus lakukan aksi ini sampai adanya kesepakatan antara pihak korban dan pihak angkutan batubara,” tegasnya.

Selain itu pihaknya meminta kepada pihak Kepolisian untuk segera menangkap sopir angkutan Batubara yang hingga saat ini masih melarikan diri .

” Aksi ini kami lakukan dengan damai dan tidak akan Anarkis . Kami hanya menghadang angkutan batubara saja, baik yang kosong maupun berisi. Kendaraan lain kami tidak akan stop,” tukasnya.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah anggota Satuan Lalu lintas Polres Muara Enim melakukan pengaturan jalan agar tidak terjadi kemacetan dan melakukan pengawasan agar tidak terjadi keributan.

Baca juga: Tabrakan Maut Dump Truck dengan Sepeda Motor di Lembak, Satu Tewas
Penulis: Khairul Amri
Editor: Amr

 

Leave a Reply