Menjambret, Bapak dan Anak Babak Belur Dipukuli Warga

pelaku jambret (ilustrasi/ano

Bandarlampung, Kabarserasan.com—Seorang bapak bersama seorang anaknya, Selasa (13/06/2017) malam babak belur dipukuli ratusan warga, saat kepergok menjambret tas milik seorang gadis yang baru saja keluar dari salah satu mal di Kota Bandar Lampung.Aksi penjambretan itu digagalkan oleh seorang pria teman korban yang berhasil menarik para pelaku saat akan kabur. Dalam aksinya, kawanan penjambretan sebenarnya terdiri dari tiga orang—semuanya terbilang satu keluarga, yakni Supardi (50 tahun), seorang anaknya berinisial Dn (16 tahun) dan seorang lagi yang belum diketahui identitasnya.

Peristiwanya berawal ketika korban Tami, baru keluar dari parkiran Mal Bumi Kedaton yang terletak di Jalan ZA Pagaralam, Kedaton, dibonceng oleh teman prianya bernama Ihsan. Baru beberapa meter berjalan tiba-tiba datang kawanan pelaku berboncengan motor dan langsung menarik tas Tami.

Ihsan yang kaget, langsung menarik tubuh salah satu pelaku, hingga terjatuh dari motornya. Warga yang menyaksikan langsung ikut membantu, dan berhasil menangkap Supardi bersama Dn, sedangkan seorang pelaku lain berhasil kabur.

Ada pun Supardi dan anaknya, langsung menjadi bulan-bulanan warga yang kesal dengan tindakan bapak dan anaknya ini. Beberapa dari warga, mengaku sudah lama menyimpan rasa kesal dengan kawanan penjambret, dan melampiaskan kekesalan dengan ikut memukuli kedua pelaku, hingga babak belur, sebelum kemudian diamankan pihak kepolisian.

Banyaknya warga di lokasi yang berjumlah ratusan orang, sempat membuat polisi kewalahan mengevakuasi kedua pelaku ke dalam mobil mereka. Hingga saat akan dimasukkan ke dalam mobil pun, warga masih berusaha melayangkan pukulan.

“Warga sebenarnya sudah lama menyimpan kesal dengan para penjambret ini. Apalagi menjelang lebaran seperti sekarang ini, mereka merajalela. Karena itu ketika ada yang tertangkap, langsung saja dipukuli” kata Ridho, salah seorang warga di lokasi.

Kedua pelaku kemudian digelandang ke Mapolsek Kedaton. Dari hasil pemeriskaan awal, keduanya mengakui perbuatannya menjambret. “Kita amankan mereka dari serbuan warga yang emosi. Setelah itu, keduanya langsung kita periksa, dan mereka mengakui perbuatannya” kata Kapolsek Kedaton, Kompol Bismark

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan tas yang sempat dijambret dengan isi uang tunai Rp.300 ribu lebih dan satu telepon genggam milik korban. Kenaraan motor korban juga sementara dijadikan barang bukti untuk proses hokum kasus ini. (ano)

Leave a Reply