Belasan Titik Api Terdeteksi, Tim Karhutla Jambi Siaga

Tim Karhutla Jambi Padamkan Api. foto: Kabarseerasan.com/Azhari

Jambi, Kabarserasan.com — Sejak Senin sore kemarin, dan Selasa pagi (6/6/2017) BMKG Provinsi Jambi mengupdate adanya belasan titik api (hot spot) yang beredar di sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi.

Berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra dan Aqua) tanggal 5 Juni 2017 update tanggal 6 Juni 2017 pukul 05.00 WIB di wilayah Provinsi Jambi terdapat 17 titik panas.

Dari 17 hot spot tersebut, tingkat kepercayaannya 57 sampai 85 persen dengan yang terbanyak di Kabupaten Sarolangun, Jambi yang mencapai 7 titik api dan diikuti Kabupaten Merangin 4 titik api.

Sementara, kabupaten di Provinsi Jambi yang tercatat 1 titik berada di Kabupaten Batanghari, Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur, Tebo, Bungo dan di Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci.

Selain Provinsi Jambi, di Pulau Sumatra beredar juga sejumlah titik api dan yang terbanyak pada Provinsi Bengkulu sebanyak 12 titik, Sumatera Selatan 7 titik.

Selanjutnya di Provinsi Lampung 6 titik, Riau 3 titik, Sumatera Barat 3 titik, Sumatera Utara 3 titik dan Bangka Belitung 1 titik hot spot.

Berdasarkan update dari BMKG Provinsi Jambi, Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi yang juga Danrem 042/Garuda Putih Jambi Kolonel Inf Refrizal langsung memerintahkan jajarannya untuk memantau setiap titik api yang ada di wilayahnya.

Di wilayah Kodim 0415/Batanghari titik hotspot berada di Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Muarobulian, Kabupaten Batanghari.

Setelah melaksanakan koordinasi dengan Manggala Agni, BKSDA, BPBD Kabupaten Batanghari, petugas melaksanakan pencarian titik hotspot.

“Hasilnya setelah dicek ke lapangan tidak ditemukan titik api alias nihil dan situasii di Desa Jeluti, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari dalam kondisi aman,” tuturnya, Selasa (6/6/2017).

Di Kodim 0416/Bute, petugas berhasil mengamankan seorang petani yang sedang membakar lahan miliknya sendiri.

“Warga Desa Baru, Limbur Lubuk Mangkuang atas nama Amran (65) diamankan setelah kedapatan membakar lahan seluas setengah hektar,” sambung Refrizal.

Pelaku sengaja membakar lahannya dengan tujuan untuk membersihkan pohon dan ranting yang sudah kering untuk ditanami karet.

“Saat didatangi petugas, api masih mengeluarkan sisa bara dan saat ini api sudah bisa dipadamkan,” ujarnya.

Untuk wilayah Koramil 416-02/Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, petugas juga berkoordinasi dengan BPBD dan Polsek setempat.

Sementara di wilayah Koramil 416-05/Muara Tebo, Kabupaten Tebo, tim Karhutla dari Koramil 416-03/Sungai Bengkal ke lokasi titik hotspot.

Hasil yang dilaksankan tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran dan lokasi tersebut. Petugas hanya menemukan banyak warga yang membuka lahan karet tua untuk diremajakan.

“Di TKP ini, tim Karhutla tidak menemukan adanya asap karena dilokasi cuaca baru turun hujan,” imbuh Danrem.

Bila di Kodim 0416/Bute mengamankan seorang petani yang membakar lahan miliknya, di Kodim 0417/Kerinci petugas menemukan seorang pria yang membakar arang.

Setelah dicek, petugas mendapatkan pria bernama Tariman (50), lagi asik membuat arang dengan cara membakar tempurung dengan jumlah bayak disamping rumahnya di Desa Lawang Agunung, Pondok Tnggi, Kota Sungai Penuh.

“Oleh Babinsa Sertu Ishariyanto dan Sertu Lisman Koramil 417-06/Sungai Penuh, Tariman diberi nasehat kalau membakar tempurung untuk membuat arang agar tidak dengan jumlah banyak,” lanjut Dansatgas Karhutla.

Sedangkan Kodim 0419/Tanjab bersama BPBD setempat meluncur ke wilayah Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjungjabung Barat dan ke Muara Sabak, Kabupaten Tanjungjabung Timur.

Namun, hasil yang didapat dilapangan sampai dengan pukul 13.00 Wib tidak ditemukan titik api atau nihil. Kondisi di Kecamatan Geragai dan Kecamatan Batang Asam aman.

“Sementara itu, Kodim 0420/Sarko sampai saat ini masih dalam pencarian titik api,” pungkas Refrizal.

Beruntung, berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua) tanggal 6 Juni 2017 yang update pukul 16.00 WIB oleh BMKG Provinsi Jambi sudah tidak terdapat titik panas lagi.

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply